Opini, Sastra dan Diary

,

nasi goreng

Sekian kali ku terjerembab. Sekian kali ku terjerat. Ada-ada saja. Aku cuma ingin mengatakan, mungkin perkataan yang mengada-ada, bahwa Tuhan mencoba menegurku melalui dirimu.... dirimu yang mungkin sedang duduk di teras rumah pada malam ini dengan bertemankan teh panas dan biskuit, sementara bunyi klentang-klentong bermain di sepertiga jalan depan rumahmu, pertanda penjual nasi goreng keliling sedang beradu nasib....seperti kita berdua juga yang sedang beradu nasib, tanpa papas, tanpa kenal... menyelami dunia yang sukar tempat orang-orang seperti kita ini... sebenarnya bisa saling mencintai tanpa peduli dengan apa yang terjadi hari ini, esok atau lusa hari.

0 komentar:

Posting Komentar

Mengenai Saya

Foto saya

Aktivis Pers Mahasiswa LPM SOLID FTSP UII

Arsip Blog

Diberdayakan oleh Blogger.