Opini, Sastra dan Diary

Lepas Lagi

Buku yang kubaca minggu lalu kini tak ku lanjutkan. Buku itu bicara seputar wacana teologi islam kontemporer-buku yang sangat berat bagi orang awam sepertiku.

Beberapa hal yang kudapat dari buku itu adalah bahwa teologi tidaklah saklek. Ia adalah ilmu kalam yang bagaimanapun harus selalu dikonteksan sesuai zaman.

Ini kadang-kadang yang membuat kita bingung dan banyak bermunculan hujatan atas pendapat tersebut.

Apa yang perlu diketahui adalah bahwasanya pewahyuan oleh Tuhan melekat dengan konteks dan situasi dimana ayat itu diturunkan.

Maka dari itu, dalam memaknai wahyu kita mesti melihat tak cuma dari perspektif yang sempit. Kita perlu melihat dari perspektif yang luas.

Saya juga mendapat pemikiran baru bahwa perlu adanya suatu dekonstruksi atas wacana teologi yang telah ada, sebagai upaya merekonatruksi teologi yang baru yang bisa memberikan solusi atas persoalan-persoalan kemasyarakatan.

Hal itu karena teologi tidak hanya menyangkut Ketuhanan, melainkan ikatan teologis antar yang transenden dengan materialis (sosial-masyarakat)

0 komentar:

Posting Komentar

Mengenai Saya

Foto saya

Aktivis Pers Mahasiswa LPM SOLID FTSP UII

Arsip Blog

Diberdayakan oleh Blogger.