Opini, Sastra dan Diary

Naise

Ditengah-tengah kebutuhan hidup yang semakin meningkat, mereka masih saja tertawa lepas. Ditengah hiruk pikuk kota yang sibuk dengan hujatan, makian, apalagi melihat jalanan yang begitu sesak dengan motor dan mobil, mereka masih saja santai dan tidak tergesa-gesa. Bangun subuh, beribadah, memasak air kemudian membuat teh panas. Tak lupa juga mengambil tembakau, kemenyan, cengkeh dan kertas sigaret di laci. Tembakau berserta bumbu-bumbu yang lain dilinting kedalam kertas sigaret, sehingga berbentuk kerucut. Korek api disiapkan, lalu dibakar. Dihembuskan asap kretek tersebut, tercium aroma menyan dan tembakau dicampur cengkeh yang berpadu menyelimuti pagi yang perlahan muncul tersebut. Tanpa tergesa-gesa dan selalu dengan santai, mereka kemudian pergi mengambil peralatan bertani. Kemudian pergi ke sawah.

0 komentar:

Posting Komentar

Mengenai Saya

Foto saya

Aktivis Pers Mahasiswa LPM SOLID FTSP UII

Arsip Blog

Diberdayakan oleh Blogger.