Opini, Sastra dan Diary

Lepas

Waktu-waktu seperti ini sering muncul: Ketika pikiran tak bisa ditebak dan dituangkan menjadi suatu catatan yang bahkan sangat pendek.Ujung-ujungnya hanya bisa mengujat, memaki dan mencaci diri sendiri. Aku ingin seperti mereka-mereka yang bisa menulis lepas, seperti seorang penyair yang bebas. Semuanya diterabas tanpa ada rasa yang mengganjal di hati. Penyair itu bisa sesukanya memaki orang-orang yang tidak sependapat dengannya. Di akhir sajak-sajaknya ia selalu menulis, "Sampah". 


0 komentar:

Posting Komentar

Mengenai Saya

Foto saya

Aktivis Pers Mahasiswa LPM SOLID FTSP UII

Arsip Blog

Diberdayakan oleh Blogger.