Opini, Sastra dan Diary

Sajak Kemunafikan

Aku mengetik sajak-sajak kegelisahan. Tentang mereka yang lapar dan menangis dibawah gerimis hujan, sementara, sebagian mereka yang lain (separuhnya aku) sedang menikmati kekayaan dan hidup yang terjamin: Sandang, papan, pendidikan, kesehatan, transportasi, berekspresi dan berpendapat.

Aku mengetik sajak-sajak romansa dengan segelas anggur ditemani rembulan merona kuning dimana kemaluanku sedang dijilat-jilat "lonte" yang kubayar secukupnya,  sementara, mereka yang lain masih terus bergelut dijalanan mencari secercah sinar ditengah mega-mega hitam dan halilintar

Aku mengetik sajak-sajak ini, karena aku adalah separuh dari mereka yang paham bahwa penindasan manusia atas manusia itu benar adanya, tapi tanpa berbuat apa-apa.

0 komentar:

Posting Komentar

Mengenai Saya

Foto saya

Aktivis Pers Mahasiswa LPM SOLID FTSP UII

Arsip Blog

Diberdayakan oleh Blogger.