Opini, Sastra dan Diary

Lapar

Di jalan-jalan ramai orang berduyun-duyun
Sementara "aku" termangu dengan tanya
Mengapa masih banyak orang tak makan
Berduyu-duyun lapar dengan mata berkaca

Di gedung-gedung pencakar langit sana
Ramai manusia tertawa bahagia
Dengan parfum harum khas Andalusia
Dan aku bertanya, "Mengapa?"

Di kantor-kantor penguasa bertahta
Menjeplak sampai berbusa-busa
Soal lapar, soal miskin, anak tak sekolah
Sementara aku bertanya, "Kapan bisa?"


Kini diriku faham semua
Lapar itu pertanda bahwa
Penguasa, orang-orang kaya
para perekayasa ilmu yang haibat,
yang duduk di gedung-gedung tinggi itu: Tak Tahu Diri!!!

1 komentar:

  1. Parfum khas Andalusia.. Hmm.. ._. *malah kepo kayak apa wanginya*

    BalasHapus

Mengenai Saya

Foto saya

Aktivis Pers Mahasiswa LPM SOLID FTSP UII

Arsip Blog

Diberdayakan oleh Blogger.