Opini, Sastra dan Diary

Seolah Malas

Saya disini tidak bisa menulis dengan tenang. Entah kenapa. Susah sekali. Seolah malas. Kondisi tidak mendukung. Padahal banyak kegiatan yang ingin ku tulis. Hitung-hitung biar nanti bisa mengenang. Sungguh demikiankah arti sebuah catatan harian? Ditulis hanya untuk dikenang?

Besok hari kemerdekaan Indonesia. Menjelang hari H, jiwa nasionalisme ku semakin membara. Apalagi pasca dengar lagu-lagu perjuangan dan tadi menyelenggarakan lomba pitulasan untuk dusun tempat KKN saya. Lombanya meriah. Pemuda nya banyak. Yang nonton juga banyak. Aku sering ketawa. Hari ini aku ceria, melihat masyarakat dengan penampilan sederhana: Anak-anak yang ingusnya meler, kakinya dekil, petani yang bekerja diladang dengan motor butut, kakek-kakek renta dengan rokok kretek hasil kerja tangannya, penjual bakso yang kelihatan lesuh, pemuda-pemudi berbadan kekar namun sering bercanda dengan anak-anak.

Karena kemerdekaan adalah kita. Dan kita wajib merayakan hari kemenangan, tanpa bermewah-mewah.

0 komentar:

Posting Komentar

Mengenai Saya

Foto saya

Aktivis Pers Mahasiswa LPM SOLID FTSP UII

Arsip Blog

Diberdayakan oleh Blogger.