Opini, Sastra dan Diary

Tetap Tegar Gus

Belum lama ini orang yang mungkin paling kau cintai telah pergi Gus. Semoga ia tenang di alam sana dan dekat disisi-Nya.

Tapi entah kenapa Gus, saya juga ikut merasakan kehilanganmu.

Dahulu, di salah satu stasiun TV, kau begitu romantisnya mengumbar rasa cintamu kepadanya. Saya sangat terharu. Kau, Gus, katanya sering membuat puisi untuknya.

Meskipun tidak begitu mengenalmu, tidak seperti kawan-kawan lain yang sudah begitu dekat dengan kulturmu, saya berdoa semoga kau tetap tegar Gus. Saya yakin kau akan seperti itu.


0 komentar:

Posting Komentar

Mengenai Saya

Foto saya

Aktivis Pers Mahasiswa LPM SOLID FTSP UII

Arsip Blog

Diberdayakan oleh Blogger.