Opini, Sastra dan Diary

Hubble dan Horizon

Hubble mendapati dirinya seolah-olah tercerahkan dan terbebaskan: Dari wajah kelam dan musam dunia yang telah beberapa hari dirundung mega awan. Dengan tanpa tedeng aling-aling, ibarat berkas cahaya yang membuka kerak awan hitam itu, pemikiran Hubble mulai bergerilya mencari dan kemudian menembus berbagai horizon dalam dunia yang semakin tak ajeg ini.

Singkat cerita, akal menjadi penanda bahwa manusia betul-betul makhluk petualang. Dan imaji kebesaran akal itu kemudian dilembagakan dan diformalkan dengan segenap struktur-sistem berpikir.
Yang membedah dengan runtut, agar akal tak kehilangan kewarasannya.

Dan Hubble mulai merasakan sesuatu yang nyaris tak terbendung. Ia kemudian ingat salah satu adegan dimana Profesor Charles dalam X-men pertama kali menggunakan amplify yang mendorongnya jauh melampaui batas-batas normalnya. Begitu pula dengan Hubble, yang terjebak dalam kesunyian dan hanya berteman cakrawala, yang kemudian mulai menembus batas-batas dirinya, meninggalkan sikap "ke-Aku-an" dan menjadi universal.

0 komentar:

Posting Komentar

Mengenai Saya

Foto saya

Aktivis Pers Mahasiswa LPM SOLID FTSP UII

Arsip Blog

Diberdayakan oleh Blogger.