Opini, Sastra dan Diary

Acak

Kurang lebih, hanya putaran kipas angin itu yang terdengar kencang dari sini: diatas kasur kusam dengan bercak-bercak daki yang menempel, sementara jari-jemari mengetik perlahan sajak-sajak kegelisahan.

Ruang ini dipenuhi dengan ketidakteraturan: Beberapa benda tergeletak tak simetris, acak. Sementara benda-benda yang lain telah terorganisir dengan rapi, namun tetap juga tampak kacau balau.

Melihat situasi ini, aku jadi ingin mengambil jaket hoody berwarna coklat muda yang tergantung di pojok lemari buku itu. Tapi tanganku tak sampai jika ingin menjangkau. Botol air minum dalam kemasan yang berada di samping kanan-atas-ku juga sulit tuk digapai.

Di sementara ini, sepertinya aku juga sulit tuk menggapaimu.

0 komentar:

Posting Komentar

Mengenai Saya

Foto saya

Aktivis Pers Mahasiswa LPM SOLID FTSP UII

Arsip Blog

Diberdayakan oleh Blogger.