Opini, Sastra dan Diary

Mencair, Membasahi

Rerintikan hujan yang membaui jalan itu...
Membawa kesukacitaan
Sementara tangis mulai beku

Di kiri kanan ku sebatang cigarette dibakar
Asapnya memabukan, sementara tangis mulai membeku
Aku teringat dahulu... ah dahulu

Dan pancaran sinar dari langit berkedap-kedip
Dimalam ketika tangis mulai mencair kembali
Ketika aku mengingat-ingat, dahulu
Tempo kita masih sering bergurau

Di malam ketika tangis mulai membasahi segenap wajahku
Kini kau tidak lagi tampil dengan penutup kepala berwarna cerah itu
Karena kau memang tak pernah tampil lagi
Di selasar di pertengahan September, di rerintikan hujan yang membaui...

Penyesalan...

0 komentar:

Posting Komentar

Mengenai Saya

Foto saya

Aktivis Pers Mahasiswa LPM SOLID FTSP UII

Arsip Blog

Diberdayakan oleh Blogger.