Opini, Sastra dan Diary

Memenuhi Ekspektasi

Praktis, hampir seminggu ini, aku jarang mengisi blog ini. Padahal kalau mau diingat-ingat, dalam seminggu ini, waktu padatku ada di hari sabtu dan minggu. Hari sabtu dan minggu aku mengikuti kegiatan semacam pembekalan untuk KKN. Kalau di UII namanya pesantrenisasi tahap 2. Tahap pertamanya pada saat waktu saya masih jadi Maba, dan itu wajib jika ingin dapat gelar sarjana dari UII.

Pesantrenisasi hari pertama terasa sangat membosankan, kami sekelas hanya bisa mendengarkan materi. Berkaitan dengan materi, umumnya muatan-muatan dalam pesantrenisasi ini lebih bersifat praktis. Semacam misalnya kesiapan untuk menjadi imam salat, khatib, pembaca doa, pengisi kultum di masjid. Belum lagi soal kesiapan menjadi MC atau moderator atau menjadi pembicara di depan publik.

Selain itu materi juga diisi oleh muatan praktik seperti cara merawat jenazah mulai dari memandikan sampai mengkafankan, lalu tata-cara salat jenazah itu sendiri.

Kesemuanya itu adalah bekal kami yang akan terjun ke masyarakat. Para pemateri selalu menekankan bahwasanya mahasiswa apalagi mahasiswa UII yang notabene adalah mahasiswa kampus islam akan selalu dianggap "nyaris Kiai" oleh masyarakat. Pada intinya kami mesti menyesuaikan diri dengan ekspektasi masyarakat tersebut. Mau tidak mau, suka tidak suka.

Saya selalu bertanya-tanya, kenapa muatan-muatan seperti tidak diajarkan saat awal-awal atau pertengahan semester? Entahlah.

Tapi menurut pengalaman kawan-kawan yang sudah KKN, KKN itu ya, "dibawa senang saja,"

0 komentar:

Posting Komentar

Mengenai Saya

Foto saya

Aktivis Pers Mahasiswa LPM SOLID FTSP UII

Arsip Blog

Diberdayakan oleh Blogger.