Opini, Sastra dan Diary

,

Di Sementara Itu

Semalam, di ruang nan kecil itu...
angin menghembuskan rupamu yang kerlap-kerlip
Di sementara melow saxophone ala caffe paris yang meninabobokan
Bebauan hujan itu tak lagi pasti terasa
Yang ada hanya hambar sembari tubuhku mencari kehangatan

Dan di sepersekian detik kau beranjak
Menatapku dengan senyum paradoks itu
Di sementara bossanova brazil yang menghendaki ku bangun
Dan di sementara itu juga kau meninggalkanku, dengan lokomotif tua,

Di sementara itu aku kian faham
Bahwa selama ini kita hanya bercanda dan bermain saja
Dan membiarkan kita jatuh terpisah
dengan lokomotif dan jalan yang berbeda

Di sementara itu
Waktu menampilkan kuasanya
Menjadikanmu tampak gemilang
Dan di sementara itu
Aku baru menyadari
Dan menyesal, mengapa tak kubeli tiket lokomotif yang sama
Seperti milikmu

Di sementara itu dan di sementara penyesalan itu
Mengapa aku duluan yang menyerah terhadap mu

1 komentar:

Mengenai Saya

Foto saya

Aktivis Pers Mahasiswa LPM SOLID FTSP UII

Arsip Blog

Diberdayakan oleh Blogger.