Opini, Sastra dan Diary

Artikulasi

Akhir-akhir ini aku agak susah menerjemahkan atau mengartikulasikan pemikiran dan perasaan kedalam tulisan. Aku juga enggak tahu kenapa bisa seperti itu. Seolah-olah ada semacam kerusakan kecil dibagian otakku. Proses dalam berpikir pun aku agak sporadis. Selama ini jujur sporadis tanpa ada penggunaan metode-metode berpikir atau bahasa agak sulitnya yakni logika runtut.

Praktis, dalam berbicara maupun menuangkan gagasan, kalimat-kalimatku banyak yang berantakan. Tahu-tahu dari A, bisa loncat ke Z dan balik ke C terus melompat ke F.

Ya, soal menulis, tulisanku biasanya mengalir begitu saja. Apa yang saat ini kupikirkan langsung kutuliskan begitu saja. Aku sampai saat ini masih belum bisa mendiagnosa kenapa ini bisa terjadi. Apa karena aku yang belum banyak belajar terkait cara berpikir yang runtut dan konstruktifi serta komprehensif? Kalau tidak salah dulu aku pernah membaca terkait masalah logika dalam filsafat. Apa aku harus memperdalami itu dulu ya?

Selain itu, aku juga sering memaksa diriku sendiri untuk membaca dengan banyak dan cepat, tapi kemudian tidak ada yang mengendap sedikit pun. Apa aku membaca tanpa berpikir?

Ah, lagi dan lagi, meloncat kembali. Baru saja kubilang soal loncatan itu, eh, sekarang aku sudah melakukan loncatan lagi.

Aku sebenarnya bingung cara berpikir yang konstruktifis itu seperti apa. Tapi aku juga bingung, selama ini aku berpikir dengan metode apa, jika sporadis, sporadis yang seperti apa?

0 komentar:

Posting Komentar

Mengenai Saya

Foto saya

Aktivis Pers Mahasiswa LPM SOLID FTSP UII

Arsip Blog

Diberdayakan oleh Blogger.