Opini, Sastra dan Diary

8 April 2016

Beberapa minggu terakhir, aku selalu sibuk. Hingga akhirnya jarang menulis. Deadline tugas menumpuk. Untuk mengisi waktu luang, sehabis misalnya mengerjakan tugas dan kuliah, aku banyak membaca dan menonton youtube. Novel Pulang karya Leila S.C yang kubaca juga belum selesai. Paling tidak tinggal 70an halaman.

Minggu-minggu ini, atau 3 bulan terakhir, aku juga merasakan sesuatu yang sangat melankolis. Aku sebenarnya rindu dengan seorang kawan wanita. Entah mengapa kini kita menjauh. Aku rindu sekaligus juga tidak rindu. Ya, aku memang suka dengan hal-hal yang berbau paradoksal.

Tapi, kata Vito Corleone -Minggu ini aku menghabiskan 2 series dari film bersejarah The Godfather- "Kuatlah, Kau lelaki!". Ah, mengapa untuk saat-saat seperti ini aku mengingat film itu dan mengapa sang Godfather itu selalu tampak keren dan seolah bijak terhadap orang-orang disampingnya, terutama, "His family".

Orang-orang dulu punya perasaan kuat untuk membangun keluarganya. Semua untuk keluarga. Tapi, saat ini, mungkin itu tak berlaku. Aku tertarik menginterpretasikan itu dalam suatu catatan, kelak.

0 komentar:

Posting Komentar

Mengenai Saya

Foto saya

Aktivis Pers Mahasiswa LPM SOLID FTSP UII

Arsip Blog

Diberdayakan oleh Blogger.