Opini, Sastra dan Diary

20.30

Malam minggu tadi malam ini, angkatan 2012 Sipil UII mengadakan semacam acara prom night. Acaranya kayak semacam perpisahan. Soalnya, kalau tidak salah dengar, beberapa kawan-kawanku bulan April ini ada yang sudah di Wisuda. Makanya urgensitas mengadakan acara tersebut, mungkin menurut kawan-kawan panitia acara, menjadi sangat mendesak.

Saya sendiri karena tidak memiliki keputusan yang pasti, dari awal maret panitia mulai memberikan invitation sampai hari H, akhirnya tidak bisa menghadiri acara tersebut. Ah, kasihan, so sad dll.

Padahal, sejatinya, kemarin tanggal 9 itu, tepatnya jam 10 pagi, keputusanku sudah bulat: Pergi ke acara tersebut. Musababnya, kawan-kawan terdekatku ternyata mengikuti acara itu juga. Aku juga sih sebenarnya yang salah karena terlalu menunggu keputusan kawan. Kenapa pula tidak seminggu yang lalu aku menanyakan hal itu ke kawan-kawanku itu? Ah, sudahlah.

Namun aku sempat melobi panitia acara, posisiku saat itu adalah aku sama sekali belum membayar DP. Tapi aku menanyakan apakah bisa bayar ditempat, tetapi panitia acara yang juga kawanku itu mengatakan tidak bisa. Karena makanan, suvenir dan lain-lain sudah disesuaikan dengan pemesan atau yang paling tidak membayar DP, yang batas DP nya adalah satu minggu yang lalu, kemudian minggu ini harus lunas.

Aku masih juga melobinya, aku menanyakan,"Bro apa bisa aku hanya ikut meramaikan acara saja, soal makanan gampanglah?" Dia menjawab tidak tegas, tapi secara tersirat sangat mempengaruhi keputusanku untuk menyerah terhadap semua kekuatan yang ada. Begini jawabnya, "Waduh, maaf e bro, gak enak kita, nanti yang lain pada gitu juga, masak kamu datang gak dikasih apa-apa pas dateng," katanya.

Putus harapan. Selesai sudah.

Jam 1 siang, sahabat dekatku, Garry dan Yudi bertandang kekosanku. Kami banyak dan panjang sekali berdiskusi, ngobtol santai. Topik pembicaraan kami mulai dari tugas, kegiatan yang dilakukan dalam semester ini, pengalaman mereka berdua KKN (yang ditempatkan di satu Desa), perihal asmara dll.

Jam menunjukan pukul 20.30, aku masih berada di kosan dan bersiap-siap untuk pergi ngopi bersama kawan-kawan pergerakan. Ada Samsul Ariski, ketua PMII, Ari dari Geekgarden, Kholid Anwar PU Himmah, dan Ma'arif. Kami berdiskusi tentang arah gerak KM UII, dan muncul beberapa pertanyaan penting tentang bagaimana caranya mendinamisasi kampus dengan gerakan-gerakan intelektual. Berbicara persoalan mahasiswa, apalagi soal intelektualitas nya tak akan pernah selesai. Pasti mereka-mereka yang sering membaca, menulis dan bergerak hanya  sekian persen dari populasi mahasiswa UII. Ah, itu juga sudah seperti hukum alam. Apa mereka yang begituan akan selalu menjadi minor?

Dalam diskusi itu, seperti biasa, aku banyak mendengarkan dan bertanya. Jarang mengemukakan pendapat.


1 komentar:

Mengenai Saya

Foto saya

Aktivis Pers Mahasiswa LPM SOLID FTSP UII

Arsip Blog

Diberdayakan oleh Blogger.