Opini, Sastra dan Diary

Mooi Indie



Sebuah pemandangan dengan sawah, gunung dan matahari yang menyinari petani-petani yang sedang bertani menunjukan lukisan dengan mazhab Mooi Indie. Melihat lukisan dengan gaya Mooi Indie itu semacam menunjukan betapa damai dan tenangnya alam. Menimbulkan sebuah romantisme yang begitu syahdu. Mooi Indie, yang dalam Indonesia berarti "Hindia Molek", menampilkan semacam puitisasi akan bumi Nusantara.

Tak hanya soal sawah, gunung, dan cahaya matahari di pagi atau senja hari. Rembulan yang bersinar terang, yang menampakkan bayangan gunung dan cahaya redup pemukiman di desa menjadi ciri khas Mooi Indie. Kecantikan dan eksotisme wanita-wanita Hindia juga diperlihatkan disini. Intinya ya Kemolekan tadi.

Dalam praktiknya, Mooi Indie adalah semacam orientalisme juga. Kesan Hindia yang molek itu timbul dan dibentuk oleh para kolonial dan sarjana Belanda ketika mereka menceritakan Hindia di dunia Barat. Sehingga, kenyataan yang sebenarnya, yang terjadi di Hindia Belanda/Nusantara kerap diromantisir dan cenderung dibesar-besarkan. Orientalisme tersebut membentuk cara pandang dunia terhadap kawasan nusantara yang eksotis dan masyarakat yang elok. Padahal, memang alamnya cantik, tapi masyarakat disana tidak juga sedemikan harmoni, damai, dan tenang.

Dalam kaitannya dengan Mooi Indie, Raden Saleh merupakan salah satu pelukis yang bermazhab Mooi indie tersebut. Minat masyarakat eropa yang besar saat itu terhadap Timur membuat Raden Saleh menonjol dikalangan bangsawan serta seniman eropa.

Melalui Raden Saleh, dan kecenderungan patron nya yakni Belanda/kolonial, Mooi Indie menyatu dengan proyek kolonialisme yang bertujuan ingin membekukan Hindia Belanda melalui lukisan. Proyek politic of seeing ini, seperti yang dikatakan JJ Rizal, ingin menyajikan Hindia yang statis, yang beku, seolah-olah "kedamaian" itulah yang terjadi.

Para bekas Kolonial yang telah pensiun dan kembali ke Belanda, tentu sangat ingin mengabadikan sebuah pemandangan yang apik, yang tidak pernah dilihatnya di Belanda, dimana Belanda merupakan negeri yang, seperti kata Onghokham,"dimana matahari tak pernah muncul," tetapi negeri jajahan mereka begitu luas sehingga, "Matahari tak pernah terbenam."

0 komentar:

Posting Komentar

Mengenai Saya

Foto saya

Aktivis Pers Mahasiswa LPM SOLID FTSP UII

Arsip Blog

Diberdayakan oleh Blogger.