Opini, Sastra dan Diary

Melankolis

Aku sebenarnya agak susah untuk mengungkapkan rasa. Tapi, sepertinya aku berada disuatu ruang yang "setengah-tengah". Ruang itu berada di antara melankolia dan sisinya yang lain. Tidak ada tempat yang seindah ini. Layaknya sisi terang dan gelap, aku berada pas ditengahnya. Melihat gelap disisi terang dan sebaliknya.

Kadang semuanya berfusi menjadi suatu bentuk yang tak kuketahui. Melankolia pertanda bahwa aku merasakan sesuatu yang dalam tentang suatu hal, tapi sekaligus mantap dalam melihat kedangkalannya. Melankolia adalah ketika aku menatap bintang dan cahayanya berkerlap-kerlip kemudian ia perlahan-lahan mengabur. Meninggalkan takjub.

Sesuatu yang berseberangan dengan melankolia justru membuat bintang itu.... Menjadi sulit tuk dilihat. Kemudian semua menyatu. Menjadi sebuah kenihilan dan itu: Kosong.

0 komentar:

Posting Komentar

Mengenai Saya

Foto saya

Aktivis Pers Mahasiswa LPM SOLID FTSP UII

Arsip Blog

Diberdayakan oleh Blogger.