Opini, Sastra dan Diary

,

Bangsawan, Pelukis & Ilmuwan

Hari ini saya baru saja menyelesaikan buku berjudul Raden Saleh: Anak Belanda, Mooi Indie,  & Nasionalisme. Ini merupakan sebuah pencapaian yang agak lumayan dalam beberapa bulan belakangan ini. Saya selesai membaca buku tersebut kurang dari 1 minggu. Buku-buku sebelumnya saya selesaikan paling lama 1 bulan.

Saya tidak terlalu mengenal siapa itu Raden Saleh sebelum membaca buku ini. Dahulu pada saat SMA mungkin pernah membaca dan mendengar namanya dari buku teks sejarah dan guru sejarah. Di buku yang terdiri dari 3 tulisan plus 1 pengantar yang ditulis oleh para sejarawan ini cukup membuka wawasan saya tentang "Anak Belanda" tersebut.

Raden Saleh merupakan seorang pelukis termashyur dari kalangan pribumi. Dalam tulisan Harsja W. Bachtiar -yang merupakan bab 1 buku ini- ia tidak hanya seorang pelukis, melainkan bangsawan sekaligus ilmuwan. Tulisan Harsja tersebut memang merangkum dengan cermat bagaimana perjalanan Raden Saleh sebagai seorang Bangsawan, Pelukis, sekaligus seorang Ilmuwan.

Raden Saleh memang lahir dari kalangan priyayi. Ayah dan Ibunya merupakan cucu dari seorang asisten Residen Terboyo, Semarang, Jawa Tengah dan pendiri keluarga besar yang menghasilkan para residen, patih dan anggota utama kelas priyayi bangsawan.

Bakat Raden Saleh dalam bidan artistik dilihat oleh seorang pelukis berkebangsaan Belgia, A.A.J Paijen. Dari pertemuan keduanya tersebut, mulailah awal cerita Raden Saleh yang nantinya akan sekolah ke Belanda, menjadi pelukis Raja Belanda, Duke & Dutchess, dan memulai kehidupannya sebagai seorang pribumi pertama yang sangat disanjung kalangan Bangsawan Eropa. Kurang lebih 20 tahun dia berada di Eropa. Ia sempat pulang ke Jawa, dan kepulangan setelah beberapa tahun itu sangat difasilitasi oleh kerajaan Belanda. Bahkan Raja Belanda sampai memberikan gelar "Pelukis Sang Raja". Pemberian gelar itu juga bertujuan untuk membantu proses reintegrasi sang pelukis di tanah airnya. "Gelar ini diharpkan membantu Raden Saleh dalam pergaulan diantara sesama orang Jawa yang sangat menghargai hierarki sosial.

Sebagai seorang pelukis, Karya-karya Radens Saleh terbilang cukup baik dimata para kolonial. Ia melukis binatang, Gubernur Jenderal Hindia Belanda, lukisan-lukisan perburuan binatang dan masih banyak lagi. Salah satu lukisan terkenalnya yang diberikan kepada kerajaan Belanda adalah lukisan penangkapan Pangeran Diponegoro di Magelang oleh De Kock.

Sebagai seorang Ilmuwan, Raden Saleh memulai kiprahnya dalam kegiatan ilmiah Prof. Reinwardt di bidang botani, geologi, etnografi dan sejarah jawa. Dalam buku tersebut, Raden Saleh juga pernah melakukan beberapa kali penelitian dalam mencari fosil-fosil. Fosil-fosil yang dia dapatkan itu sangat berpengaruh bagi pengembangan ilmu pengetahuan saat itu. Hasil jirih payahnya menuai hasil. Salah seorang Ilmuwan Eropa yang memeriksa fosil itu mengatakan bahwa fosil binatang merupakan fauna SIvalik India. Peran Raden Saleh tersebut juga mengantarkannya untuk menjadi anggota sekaligus dewan kehormatan sebuah lembaga ilmu pengetahuan. Ia juga terlibat dalam mencari manuskrip-manuskrip dan benda-benda antik/kuno.

Sangat jarang seorang pribumi saat jaman itu (1830-1880an) untuk terlibat langsung dalam dunia penelitian dan juga sekaligus seorang  pelukis pribumi ternama. Namun, dibalik ketiga entitas yang diklaim oleh Raden Saleh tersebut, ia sama sekali bukan seorang revolusioner dan nasionalis. Ia tidak sama dengan para pahlawan kemerdekaan yang ingin menghapuskan penjajahan. Raden Saleh adalah Anak Belanda. Ia adalah "pribumi berhati Belanda".

0 komentar:

Posting Komentar

Mengenai Saya

Foto saya

Aktivis Pers Mahasiswa LPM SOLID FTSP UII

Arsip Blog

Diberdayakan oleh Blogger.