Opini, Sastra dan Diary

11 Maret Dini Hari

Mereka bernyanyi sepuas hati. Sekeras-kerasnya. Padahal ini sudah larut malam. Disamping, tak jauh, ada satu rumah. Sisanya lahan pertanian. Mungkinkah mereka ini manusia yang ingin diperhatikan oleh keheningan malam dan angin yang merambat melalui tumbuhan cabai, padi, jagung, yang dedaunannya basah terkena hujan tadi sore?

Ah, mereka cuma temanku yang tidak tahu diri. Jiwa-jiwa yang belum mapan, yang terperangkap dalam tubuh yang sudah dewasa.

Ah, buat apa memikirkan mereka. Mending tidur.

0 komentar:

Posting Komentar

Mengenai Saya

Foto saya

Aktivis Pers Mahasiswa LPM SOLID FTSP UII

Arsip Blog

Diberdayakan oleh Blogger.