Opini, Sastra dan Diary

Dua Muka

Hubble punya dosa besar dengan Tuhan. Ia seorang yang religius namun sekaligus juga tidak religius sama sekali. Ia yakin kalau dia sedang mempermainkan Tuhan dengan segala tindakannya yang selalu tampak hitam-putih. Hubble begitu mudah tersesat dan beberapa saat kemudian kembali ke jalan yang ia anggap lurus. Ia berfikiran sama sekali "evil" tapi kemudian "angelic" lagi. Yang lucu adalah ia selalu mengeluh ketika ia kembali ke jalan yang menyimpang itu.

Tapi ia puas beberapa saat setelah menjalankan "misi" di ruang yang sama sekali sesat itu. Namun, yang paling hebat dari Hubble: Mungkin hanya Tuhan saja yang tidak terkecoh dengan sikap religius/cendekiawan/angelic Hubble yang kadang masih minor juga. Orang lain? Tentu menganggap Hubble adalah seorang non-devil/intelektualis/agamawan.

Mungkin Tuhan murka akibat kemunafikan Hubble. Efeknya? Setiap orang mulai meninggalkannya. Kawan-kawan terdekatnya mulai menjauh. Atau Hubble yang menjauh? Ia tak tahu pasti.

Tapi anehnya Hubble tak begitu mempersoalkannya. Ia mencoba tegar didalam keterpurukannya. Ia meyakinkan dirinya sendiri agar, "Aku tak butuh mereka, aku bisa tanpa mereka."

Kemandirian, Kebebasan, dan emansipasi diri dari segala pengaruh kawan-kawannya yang sejatinya menjadi keinginannya.

0 komentar:

Posting Komentar

Mengenai Saya

Foto saya

Aktivis Pers Mahasiswa LPM SOLID FTSP UII

Arsip Blog

Diberdayakan oleh Blogger.