Opini, Sastra dan Diary

Dedaunan

Beberapa waktu yang dulu dedaunan itu tumbuh pada masing-masing tempatnya. Perlahan-lahan angin mulai menerbangkannya, mencerabutnya dari tangkai yang kokoh itu. Kemudian dari dua sisi yang lain di dunia ini, dedaunan itu bersinggungan, bercengkrama, bercerita akan kisah-kisahnya saat diterbangkan jauh, jauh, jauh.

Pertemanan itu menimbulkan sesuatu yang berwarna biru kemudian menjadi murung, di tengah-tengah tembok bata merah yang seoalah merintih menahan kegelisahan.

Dedaunan itu kini..... Kembali ke tempat asalnya, saling melupakan: Cinta, tawa, nestapa yang menggerutu dan tak tahu tempat tujuan selanjutnya.

0 komentar:

Posting Komentar

Mengenai Saya

Foto saya

Aktivis Pers Mahasiswa LPM SOLID FTSP UII

Arsip Blog

Diberdayakan oleh Blogger.