Opini, Sastra dan Diary

Wanita Pucat

Belum lama ini ada semacam comeback dari Hubble. Ia sudah punya niatan untuk kembali -atau bisa dibilang pergi- dari kemerosotan moral, budi pekerti, perilaku, dan kehidupan yang dulunya ia jalani, bersama dengan hembusan angin pantai yang membius pikiran. Ia seperti tercerahkan. Atau Enlightment.

Apa gerangan yang bisa membuat Hubble demikian? Satu penyebabnya: Nostalgia dan romantisme masa lalu yang kembali lagi.

Hubble menemukan dirinya berada diposisi dimana masa depan dan masa lalu menjadi satu, yang berada tepat didepan matanya. Sesosok gadis yang dulunya ia sering perhatikan berjalan, berbicara, dan tertawa-dari kejauhan- kini sekarang tak berjarak lagi dengannya.

Mereka berdua berbincang-bincang, tentang sesuatu yang tak diketahui jagat, semesta, atau universe. Perbincangan itu tak singkat, tak juga lama. Tapi sangat mendalam. Seolah-olah Hubble merasa ia telah jatuh, terperosot jauh kedalam permainan perasaan. Hubble yang sangat logis pun terpaksa menyerah, Ia tak mau munafik tentang apa yang sudah ada didepannya: Wanita pucat-kecil-bertutup kepala!


0 komentar:

Posting Komentar

Mengenai Saya

Foto saya

Aktivis Pers Mahasiswa LPM SOLID FTSP UII

Arsip Blog

Diberdayakan oleh Blogger.