Opini, Sastra dan Diary

Hubble dan Kegemerlapan

Ada sesuatu yang aneh di lingkungan Hubble. Teman-teman yang dekat dengan tempat tinggalnya sangat gemerlap. Penuh lika-liku dunia malam. Erat dengan perempuan. Sering mereka mengajak Hubble. Hubble masih polos, namun ia ingat pesan orang tuanya, untuk menjauhi hal-hal yang bikin mata silau.

Hubble hanya mendengar teman-temannya itu. Mereka berbicara dengan antusias tentang perkelahian di klab, tentang musik yang dub-a-dub-a-dub dan seorang pelayan bar yang menciumnya. Temannya mengira si pelayan bar suka dengannya, namun, itu semua cuma perkiraan. "Bisa jadi itu karena pengaruh khamar," pikir Hubble.

Lagipula, kawan-kawannya itu seoalah tidak bergaul dengan lingkungan sekitar. Padahal, banyak kehidupan disekitar mereka. Banyak orang-orang yang belum mereka kenal. Hubble jadi heran. Sangat heran. Hubble berspekulasi, apakah ini memang gaya hidup anak seumuran ia jaman sekarang? Pasalnya, Hubble datang dari tempat yang sangat kecil.

"Ini mungkin akibat kurang awan selalu menutupi tempat itu, cahaya ilahi seolah tak sudi menerangi kegelapan disana. Kawan-kawanku hanya mendapatkan gemerlap dimalam hari," pikir Hubble.


0 komentar:

Posting Komentar

Mengenai Saya

Foto saya

Aktivis Pers Mahasiswa LPM SOLID FTSP UII

Arsip Blog

Diberdayakan oleh Blogger.