Opini, Sastra dan Diary

Artefak Kuno

Akhir-akhir ini orang ramai sedang membicarakan kota yang akan dipugar. Kota itu dari dulu kaya akan nilai historisnya. Bangunan-bangunan tua terhampar secara sporadis. Tak teratur. Ada yang pro dan kontra. Yang pro pemugaran adalah mereka yang menganggap hal itu perlu dilakukan. Mereka yang kontra adalah mereka yang menganggap bahwa kebudayaan kota itu perlu dilestarikan dan dijaga. Bangunan-bangunan dengan nilai historis tak usah dihancurkan. Mereka juga menganggap rencana pemugaran tersebut erat kaitannya dengan ekspansi modal besar. Salah satu upaya kejahatan sosio-kultur masyarakat.

Namun, apa gunanya kota dengan sejuta nilai sejarah dan artistik tetapi masyarakat tinggal tak berdaya, dicengkram oleh sistem-sistem feodal yang mendarah-daging? Apa gunanya perlawanan terhadap ekspansi tata ruang-yang mengakomodir modal besar- namun ujungnya hanya mempertahankan misi kelestarian "artefak kuno" tersebut? 




3 komentar:

  1. Ada kalanya kita perlu ingat sejarah, tetapi ada kalanya juga kita perlu melihat dari sudut pandang lain. Semua itu tergantung dari diri kita..

    BalasHapus

Mengenai Saya

Foto saya

Aktivis Pers Mahasiswa LPM SOLID FTSP UII

Arsip Blog

Diberdayakan oleh Blogger.