Opini, Sastra dan Diary

,

Kenihilan Hubble

Ada sesuatu yang melayang. Ia tak tenggelam ataupun terapung. Ia bukan "terlayang". Melainkan melayang. Hubble saat ini berada diposisi itu. Ini bukan soal jabatan atau pangkat. Tetapi ini justru kejalan ideologis hidupnya.

Peristiwa melayang seolah menjadi sebuah ketidaktegasan. Sebuah keabuabuan. Sebuah ketidakseriusan dan lain sebagainya. Hubble sebenarnya benci berada disitu. Tapi apa boleh buat, kondisi objektiflah yang membuat ia terdampar dipusaran tengah itu, ia melayang terombang ambing. Disapu sana sini. Diterpa gelombang atas dan bawah. Disikat perbedaan suhu yang amat drastis. Dihancurkan oleh jutaan molekul yang kontras.

Tak lupa pula, ia dihadang antara rasa kebenaran dan kesalahan.

Mungkin Hubble ingin memilih jalan ideologis yang lain: Mengaburkan kebenaran, mengaburkan terpaan gelombang atas-bawah, mengaburkan perbedaan suhu drastis dengan sebuah kenihilan.

Nihilisme menjadi semacam alternatif baru Hubble. Ia percaya bahwa kebenaran yang ia cari itu tidaklah ada. Seperti  Nietzsche yang mengatakan, "Kebenaran adalah ilusi". Ia tak mau mencapai permukaan, maupun menuruni kedasar. Kebenaran menjadi kabur sehingga tidak ada patokan kesalahan. Jurang perbedaan antara atas dan bawah, benar dan salahan, akan menjadi tipis. Sehingga, yang ada justrulah kekosongan.

Tapi, mungkinkah Hubble mendapatkan kebenaran sejatinya? Mencapai permukaan? Berhasil menahan "pusaran tengah"?


0 komentar:

Posting Komentar

Mengenai Saya

Foto saya

Aktivis Pers Mahasiswa LPM SOLID FTSP UII

Arsip Blog

Diberdayakan oleh Blogger.