Opini, Sastra dan Diary

Ketiadaan Manusia

Kadang kala, dalam sendiri, ia menyelesaikan sesuatu yang tidak ingin diketahui oleh orang lain. Sesuatu itu bisa dibilang hal privat. Tapi apa sebenarnya batasan dari privat itu?

Mungkingkah kebebasan justru adalah hal paling privat dari seorang manusia? Dimana, kebebasan itu tidak boleh dimiliki bersama. Tidak boleh dilebur dalam kebersamaan.

Apa yang privat dari sebuah kebebasan?

Bagaimana kita memaknai kebebasan?

Bagaimana juga kita memaknai hal privat?

Disitu kadang saya bingung. Berbicara kemerdekaan diri ibarat sebuah hal yang terlalu jauh. Kadang kala dalam memaknai kemerdekaan, prinsip otonom selalu beriringan dibelakangnya.

Tapi, adakah manusia yang betul-betul otonom? Betul-betul merdeka? Betul-betul bebas?

Bagi saya merdeka adalah sesuatu yang tidak bisa didefenisikan dengan sederhana. Ada seseorang yang berkata, "Tidak ada sesuatu yang bebas nilai."

Kebebasan yang sejati adalah ketiadaan manusia.

Sepertinya aku perlu membaca lagi mengenai kebebasan

2 komentar:

  1. Apakah kebebasan sm dengan makna kemerdekaan? Jika iya, apakah kita betul2 tak bisa merdeka dlm ketidakbebasan? Dan apakah sebetulnya kemerdekaan itu? Spt melalui aejenis perasaan ataukah melulu harus kondisi objektif? Ah, ngopi sik pak

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wkwkw. Yoi nih pak. Butuh ngopi yang banyak biar gak edan..

      Hapus

Mengenai Saya

Foto saya

Aktivis Pers Mahasiswa LPM SOLID FTSP UII

Arsip Blog

Diberdayakan oleh Blogger.