Opini, Sastra dan Diary

Hubble dan Kemapanan

Hubble menyadari bahwa ia tidak seperti kawannya yang punya hal yang bisa dibanggakan. Kawannya sering menang kontes dan sering dipilih menjadi duta.

Hubble pun seolah pesimis. Ia resah ketika dirinya tidak menjadi mapan. Menjadi seorang yang dikagumi dan dielu-elukan. Hubble pun berpikir panjang soal itu. Tiap malam hanya meratapi hidupnya yang tak mapan.

Hubble iri setelah melihat surat kabar yang menyatakan kawannya itu pergi lagi jadi duta. Jadi perwakilan. Jadi utusan. Jadi kurir yang membawa nama baik lingkungannya.

Lantas hubble mengatakan, "Ah, persetan dengan kemapanan. Kemapanan dekat dengan gemerlap cahaya. Aku hanya ingin melihat lampu temaram disimpang jalan, disudut kota tua itu, dan dimalam desember selepas hujan."

0 komentar:

Posting Komentar

Mengenai Saya

Foto saya

Aktivis Pers Mahasiswa LPM SOLID FTSP UII

Arsip Blog

Diberdayakan oleh Blogger.