Opini, Sastra dan Diary

,

Senyap dan Jeritan

Tak ada yang lebih menarik dari sebuah ruang kosong dimana suara-suara yang bergemuruh diluar jeritan-jeritan tanpa sepotong pun diredam, dimana ada peraduan satu sama lainnya sementara yang senyap seolah-olah, perlahan dan lambat laun, mulai menipis dikikis kecemburuan.

Ruang kosong melompong itu kini menyisakan tanya sekaligus bau lembab yang tersesat, tak tau apakah akan keluar melalui lubang-lubang kecil jalan semut disudut atas, bawah, samping, kanan, kiri, tembok tua itu.

Ataukah mendaki melalui serat-serat karpet bludru merah marun seraya melesatkan suatu jawab kepada keterasingan senyap yang kian lama makin menipis dihabisi kecemburuan jeritan luar.

Sejumlah jeritan dari luar itu kini seakan takjub akan keheningan ruang kosong. Senyap melawan!

Ia melawan keterasingan dengan sejumlah kosong yang sangat penuh.

Sangat penuh. 



0 komentar:

Posting Komentar

Mengenai Saya

Foto saya

Aktivis Pers Mahasiswa LPM SOLID FTSP UII

Arsip Blog

Diberdayakan oleh Blogger.