Opini, Sastra dan Diary

, ,

Segenap Air Turun dari Langit

Kadang kala, lampu di simpang jalan itu membawa suasana yang romantis. Aku berjalan, menatap langit yang sedang gerimis. Menyatulah antara sesuatu yang murni alamiah dengan sesuatu yang nyaris tak sempurna: Hujan dan Aku.

Mungkinkah hujan itu mengatakan sesuatu yang seoalah mempertegas "ke-Akuan-ku" ini? Dan sekaligus membuatku mafhum akan batas-batas dari "keterbatasan" itu?

Ah, dari jalan itu, aku akan tetap menjadi pribadi yang rapuh. Seperti kayu bakar, ditengah malam dimana kita berdua, O juwitaku, menatap alam dengan keyakinan yang khusyu.

Sebuah ke-pede-an yang nyaris tak terbendung oleh dan bahkan....Segenap air yang turun dari langit

1 komentar:

Mengenai Saya

Foto saya

Aktivis Pers Mahasiswa LPM SOLID FTSP UII

Arsip Blog

Diberdayakan oleh Blogger.