Opini, Sastra dan Diary

,

Sedikit Malu

Tadi aku melihat seorang wanita yang membuatku sedikit bertanya-tanya. Ia menggunakan kaca mata. Sedikit malu, ia pandang diriku yang lagi berbicara. Mungkin lebih tepatnya mengkhotbah. Wanita itu duduk didepanku. Kadang kami saling bertatap walau sekian detik. Terus secara bersamaan memalingkan mata. Sedikit malu-malu. Aku juga jadi malu.

Ia sepertinya dari golongan yang terdidik dan rupawan. Mukanya mulus. Kulitnya cerah. Tapi ia lagi-lagi sedikit malu. Aku juga malu.

Ada apa gerangan dengan malu-malu? Apakah ada sesuatu yang diluar kehendak kami, yang membuat kami jadi malu-malu? Ataukah itu hanya naluriku saja?

Ia gadis yang malu-malu, tetapi apakah memang benar ia malu? Atau, jangan-jangan ia berada diluar malu. Mungkinkah ia cemas? Mencemasi khotbah yang berat itu?

Ya, mungkin ia cemas melihatku. Cemas melihat keriuhan yang terjadi didalam ruang itu. Cemas melihat dirinya yang saat ini berada ditempat yang tidak seharusnya menjadi bagian hidupnya. Cemas menatap masa depan dari secercah sinar sinar matahari yang masuk di ruang itu.

Kau gadis yang malang. Aku bersamamu gadisku.

1 komentar:

  1. biasanya sih kalau malu malu itu tandanya ada sesuatu... semacam ada rasa yang dulu pernah ada #eaaa hihi

    BalasHapus

Mengenai Saya

Foto saya

Aktivis Pers Mahasiswa LPM SOLID FTSP UII

Arsip Blog

Diberdayakan oleh Blogger.