Opini, Sastra dan Diary

, ,

Transisi



Tak selamanya kita terus berontak
Tak selamanya kita harus berjibaku dengan darah
Tak selamanya kita mesti berpura menahan tangis
Akan tinta yang sudah kita ukir di dunia ini

Tinta itu telah menajamkan garisnya
Tak ragu-ragu
Sudah tergambarkan dari awal goresannya
Pertanda kita akan berbuat sesuatu
Dimana ke-sesuatu-an itu menjelma menjadi sesuatu hal juga

Apa sebenarnya yang kita inginkan?
Cinta antara kita berdua saja?
Atau cinta akan semua kemanusiaan yang saat ini dirampas
Dirampas oleh manusia itu sendiri?

Tak selamanya kita mesti berjuang
Tak selamanya angin getir memporak-porandakan kita
Memang ada dilema sebelumnya
Getir apalagi
 Tapi tak selamanya kita akan seperti itu

Bukan berarti kita pasrah pada keadaan
Bukan
Karena kita harus merumuskan
Suatu hal kongkrit tentang kita dan dunia
Kita harus menyiapkan langkah terakhir
Menuju ke dunia tanpa darah 
Tanpa angin dingin yang menutup masa depan
Dari masa transisi

0 komentar:

Posting Komentar

Mengenai Saya

Foto saya

Aktivis Pers Mahasiswa LPM SOLID FTSP UII

Arsip Blog

Diberdayakan oleh Blogger.