Opini, Sastra dan Diary

Absen

gambar dari http://hanoigrapevine.com


Bukankah aneh jika pemerintah justru tidak memberdayakan rakyatnya?
Tidak, bukan hanya memberikan bantuannya
Tapi membangun masyarakatnya
Bukan hanya membangun fisik saja

Tapi, sepertinya negara tidak hadir didalam massa rakyatnya
Mereka hadir ketika konflik sudah berkecamuk
Konflik sudah panas-panasnya
Dari konflik yang sedang hamil tua

Liat Tolikara
Negara baru hadir semenjak satu rakyatnya mati dan satu masjid yang rusak
Sebelum itu dimana mereka?
Kemana negara?

Uang sumbangan pembangunan masjid sebesar 1 miliar tak akan berpengaruh
Keamanan yang dijanjikan dengan sejuta lusin militer pun tak ada gunanya
Justru itu yang memperparah
Apa sebenarnya yang diinginkan negara ini?

Bukankah potensi konflik bisa dimanfaatkan untuk meraih pencitraan
Politisi mulai memberikan pernyataan duka yang semu
Berbagai media justru memanfaatkannya agar medianya laku
Diekspos sampai perlahan-lahan mati

Sampai kapan kekonyolan ini akan terus berlanjut
Jangan-jangan rakyatnya yang sengaja membuat konflik
Agar negaranya bisa memperhatikannya
Agar negara bisa melihat betapa sedihnya kehidupan disana

Bisa saja
Rakyat sudah muak dengan diskriminasi segala hal
Negara hanya fokus pada satu sisi
Pada beberapa daerah saja

Setelah terjadi bencana, sudah selesai cerita
Tamat cerita
Habis cerita
Lantas angin kemelaratan hidup akan terus berhembus

0 komentar:

Posting Komentar

Mengenai Saya

Foto saya

Aktivis Pers Mahasiswa LPM SOLID FTSP UII

Arsip Blog

Diberdayakan oleh Blogger.