Opini, Sastra dan Diary

Donquixote dan Malam Vienna


I

Lampu temaram itu dikelilingi laron-laron di musim semi di Vienna
Aku melihat dirimu berada di batas keheningan
Kau tabuh, kau raba segala kesunyian malam itu dengan sebotol anggur merah
Ditemani kucing-kucing yang melintas di atas pedestrian itu

II

Ting, cahaya lampu temaram itu menembus gelas anggur bekas kekasihmu
Mencoba merayu dengan perasaan tandingan
Aku malu melihat fenomena klasik di pedestrian itu

III

Dirimu silap mata terhadap apa yang menjadi wujud disaat cumbu rayu tak bisa dihindarkan
Kau bermimpi tentang bajak laut itu
Merasa bebas tapi hati dan pikiran tidak bebas

Sebuah Donquixote

IV

Perlahan angin mulai membentur tapal batas kesucian malam itu
Dengan segenap murka kau mendorong sejuta perasaan masa lalu
Hening. Gemerlap. Sekaligus lirih




1 komentar:

  1. Bungkam. Sumpah bener bener gak bisa ngomong apa-apa. Tulisannya selalu hebat :')

    BalasHapus

Mengenai Saya

Foto saya

Aktivis Pers Mahasiswa LPM SOLID FTSP UII

Arsip Blog

Diberdayakan oleh Blogger.