Opini, Sastra dan Diary

,

Baku Hantam Tak Ada Guna



Baku hantam itu tak ada guna. Apalagi antar sesama mahasiswa. Aduh apa kata dunia dik. Lebih enak jika baku hantam itu diarahkan ke ranah ideologis. Pertarungan ideologi lebih mengasyikan. Pertarungan pemikiran lebih dashyat. 

Pertarungan intelek masing-masing lebih Joss dah. Aduh apa kata dunia kalo sesama mahasiswa UII, baku hantam sampai mengintimidasi dengan senjata tajam? Ah, semoga saja itu semua tidak terjadi. Jangan sampai deh terjadi baku hantam dengan gaya seperti itu. Tak mengenakanlah. Malulah KM UII melihat perbuatan barbar seperti itu.

 Baku hantam itu tak ada guna. Banyak cara-cara yang lebih bijak. Jika kedua pihak deadlock, ya lobby-lah. Kan begitu lebih asyik. Daripada baku hantam sampai lempar kursi dan mengeluarkan senjata tajam. Ah, jangan sampai itu terjadi. Jangan sampailah terjadi di Sidang Umum KM UII yang tingginya setinggi langit ini.

 Baku hantam itu tak ada manfaatnya. Katanya mahasiswa? Katanya mahasiswa UII? Katanya aktivis mahasiswa? Jangan sampailah baku hantam itu terjadi.

Baku hantam itu tidak menyelesaikan masalah. Sudah cukuplah anggota-anggota parlemen di senayan sampai banting meja. Masak mahasiswa mau niru seperti itu. Malulah.

Apa perlu ada pengamanan? Biar baku hantam bisa kita hindarkan? Apa perlu aparat, biar suasana tertib dan aman?

Teman-teman Menwa bisa kita libatkan dalam sidang "paling tinggi mahasiswa UII ini" jika dewan-dewan yang terhormat itu masih saja tak tahu diri dalam mengatur forum. Masih saja berpolitik tahi kucing.



0 komentar:

Posting Komentar

Mengenai Saya

Foto saya

Aktivis Pers Mahasiswa LPM SOLID FTSP UII

Arsip Blog

Diberdayakan oleh Blogger.