Opini, Sastra dan Diary

Senja Kelam



Kala itu senja tak se-romantis puisi cinta
Ada aura mistis dan horor
Mencekam
Brutal

Angin senja menembus pakaianku
Sampai ke tulang
Jalan di desa itu sudah sepi
Bak desa yang tak ada penghuninya

Aku menyusuri jalan yang sedikit banyak berlubang itu
Sepeda motorku setidaknya tidak buat keonaran
Ada yang tidak beres dengan senja dikala itu
Perubahannya begitu drastis

Senja di kala itu tak ubahnya kertas buram
Bukan hitam, bukan putih
Abu-abu
Gaungnya menghadirkan rintih

1 komentar:

Mengenai Saya

Foto saya

Aktivis Pers Mahasiswa LPM SOLID FTSP UII

Arsip Blog

Diberdayakan oleh Blogger.