Opini, Sastra dan Diary

,

Perkara Menulis

Leonid Pasternak, The Passion of Creation

Semangat juang menulis akhirnya menurun. Beberapa minggu ini aku tidak lagi akrab dengan itu. Seakan ada jurang pemisah antara pemikiran dan tulisan. Apakah akhir-akhir ini aku tidak berpikir? Ah, tidak mungkin, sebab justru hal itu yang membuatku "ada". Proses berpikir membuatku ada atau Aku berpikir maka aku ada. Begitu setidaknya preposisi dari Rene Descartes.

Ah, kenapa tiba-tiba filsuf itu muncul dalam tulisan ini. Paling tidak argumen awal tadi bisa dipatahkan. Jawaban yang paling tepat adalah niatan. Niatan untuk menulis, akhir-akhir ini mulai tersingkirkan dari ruang pikiranku. Entah itu secara sengaja atau tidak sengaja. Sebenarnya, jika diingat-ingat kembali, banyak persoalan menarik belakangan yang perlu ditulis. Bagi wartawan, persoalan yang bejibun itu pasti dilahap.

Dalam konteks Blogger, paling tidak sekian persoalan tersebut bisa dijadikan ulasan tersendiri yang pastinya sarat akan opini dan solusi. Tapi, aku begitu saja melewatkannya. Belum lagi soal berita, buku, artikel kritis, yang aku baca dalam rentang waktu tersebut.

Niatan sebenarnya menjadi keharusan bagi setiap orang yang ingin konsisten menulis. Niatan itu pula yang bisa mengantarkan orang mencapai keinginannya, begitu setidaknya ungkap para motivator.

Aku sebenarnya menyadari itu. Aku menyadari bahwa aku punya banyak waktu luang untuk menulis. Tetapi, lagi dan lagi, ada semacam pembiaran. Pembiaran itu sering sekali terjadi. Terkadang, pembiaran itu menjadi pembenaran untuk tidak menulis. Ah, cukup sudah kegalauan ini. Mari membulatkan tekad dan niatan. Maaf catatan ini agak pendek. Tabik

1 komentar:

  1. Mungkin itu sekedar excuse. Selalu ada alasan yang diungkapkan, padahal diri sendiri tau kalok sebenarnya selalu ada waktu yang diluangkan :)

    BalasHapus

Mengenai Saya

Foto saya

Aktivis Pers Mahasiswa LPM SOLID FTSP UII

Arsip Blog

Diberdayakan oleh Blogger.