Opini, Sastra dan Diary

Petani Rembang vs Pabrik Semen: Dimana Kemanusiaan?


Dimana kemanusiaan?
Dimana, ketika para petani tersebut menangis
Menangis akan nasib hidup dan cucunya kelak
Akibat bangunnya pabrik penghancur lingkungan itu?
Dimana kemanusiaan?

Para petani Rembang ditekan aparat polisi
Mereka yang sebagian besar paruh baya itu tak bisa apa-apa
Tak ada senjata fisik melawan
Tapi mereka punya satu senjata utama, Tekad !

Mereka terus melawan
Mereka membuat tenda untuk tidur di depan lokasi proyek Semen
Proyek yang katanya akan menyejahterakan mereka
Siapa bilang mereka tidak sejahtera?

Wahai para akademisi, aparat, penegak hukum, pemerintah
MEREKA ITU SUDAH SEJAHTERA!
Mereka sudah sejahtera dengan bertani
MEREKA BUTUH MAKANAN, BUKAN SEMEN!

Dimana kemanusiaan?
Para akademisi melacurkan ilmunya kepada Pihak Semen
Ilmu hanya digunakan untuk meraup uang banyak
Para akademisi tersebut tak ubahnya pelacur tua

Dimana kemanusiaan?
Ketika hukum menjadi legitimasi keabsahan proyek?
Ketika Gubernur menyerahkan semuanya diranah hukum?
Dan melihat petani-petani itu menangis ketakutan?

Dimana kemanusiaan?
Ketika petani digusur hanya karena semen?
Ratusan petani tersebut mau makan apa?
Bagaimana dengan anak cucunya kelak?

Mari kawan
Jaga semangat 
Bulatkan tekat
Rembang Melawan

0 komentar:

Posting Komentar

Mengenai Saya

Foto saya

Aktivis Pers Mahasiswa LPM SOLID FTSP UII

Arsip Blog

Diberdayakan oleh Blogger.