Opini, Sastra dan Diary

Mimpi


 
Klik gambar untuk sumber


Ah, draws a dream, setidaknya itulah pesan yang aku dapatkan dari L'Arc~en~Ciel-salah satu 'J-rock' band yang sudah mendunia. Lewat lagunya yang berjudul My Heart Draw A Dream, Hyde dkk. menyampaikan pesan bahwa, "Daremo mina, yume wo egaku yo...."

"Everyone, draws a dream...." Begitu artinya.

Berbicara tentang mimpi memang tak ada habisnya. Manusia tanpa mimpi bukan manusia. Konon orang berkata "bermimpilah setinggi langit" agar kita selalu berupaya dan bekerja keras. Hal yang kita dambakan. Tapi, masih banyak orang diluar sana yang telah putus bermimpi. Mimpi jadi kata yang tak punya makna oleh mereka. Berpasrah diri, menyadari takdir tak akan pernah berubah, adalah frase yang diproduksikan oleh mereka karena penindasan yang tak kunjung usai. 

Manusia-manusia seperti ini terlihat suram. Ada mega hitam di atas kepala mereka. Sebenarnya tak ada salah apapun mereka itu. Manusia-manusia malang itu mengalami tekanan demi tekanan yang sudah terlewat batasnya. Mereka sadar bahwa mereka bukan siapa-siapa. Tak perlu merubah nasib. Karena nasib sudah digambarkan Tuhan dengan jelas. 

Ah, sesungguhnya tak ada salah mereka satu titik pun. Para penguasalah yang salah, para intelektual-lah yang salah, para aktivis-lah yang salah. Mereka semua tak punya mimpi untuk membuat "manusia malang" itu untuk-setidaknya-bermimpi.

Masing-masing bermimpi untuk dirinya sendiri. Mereka tak punya suatu mimpi keselamatan bersama. Keberhasilan bersama. Kepentingan bersama masyarakat. "Ah, hidup sekarang memang sudah seperti ini, tak perlu merubah hidup yang masyarakatnya sudah menjadi individualistik satu sama lainnya," begitu mungkin para penguasa itu berkata, "yang penting aku selamat, punya banyak duit."

Layakkah kita semua berpikiran demikian? Sebagai manusia, apakah benar membiarkan manusia lain tidak bermimpi? Dimana moral kita jika demikian?

 Aku sendiri masih punya mimpi. Mimpi bersama yang tinggi-setingginya. Bukan ingin masuk surga. Bukan ingin mendapatkan tempat disamping-Nya. Aku punya mimpi melihat suatu masyarakat yang adil satu sama lainnya. Tak ada sistem yang sewenang-wenang. Tak ada manusia lain menindas yang manusia lain. Tak ada negara lain yang menindas negara lain. Manusia hidup secara kolektif. Tak ada kecemburuan sosial akibat perbedaan kelas sosial. Orang-orang punya semangat, punya mimpi. Aku bermimpi manusia malang itu dan kita semua bisa mewujudkannya.

Mari bermimpi, mari bermimpi untuk dunia yang sempurna. Jangan membatasi diri sebagai manusia yang pasrah. Yang tak punya mimpi. 

"Daremo mina, yume wo egaku yo...."- L'Arc~en~Ciel

6 komentar:

  1. Aku punya banyak mimpi ^^ tapi aku bahagia menjalani hidup yang seperti air. Mengalir gitu aja.Hahahah

    BalasHapus
    Balasan
    1. hahaha... jangan mengalir begitu saja mbak... nanti hanyut lagi..

      Hapus
  2. Aku punya sebuah mimpi nih, dan sedang berusah buat merealisasi :D

    BalasHapus
  3. Mimpi gue juga banyak ini. Tanpa mimpi justru gue bingung hidup untuk apa. Karena dengan mimpi, gue punya tujuan hidup. :)

    BalasHapus
  4. Menggambar mimpi.. Kanvasnya adalah kehidupan ya :D

    BalasHapus

Mengenai Saya

Foto saya

Aktivis Pers Mahasiswa LPM SOLID FTSP UII

Arsip Blog

Diberdayakan oleh Blogger.