Opini, Sastra dan Diary

Ego



Kata orang-orang diluar sana, ego adalah hal paling alamiah didalam diri manusia. Paling natural dan sudah tidak bisa diganggu-gugat. Titik. Belum lagi ilmu-ilmu psikologi sudah tambah maju. Tapi, benarkah ego tersebut adalah hal yang lahiriah? Mungkin pertanyaan tersebut tak pernah terpikirkan oleh kita. Aku sendiri sebenarnya malas untuk membahas hal-hal mendasar seperti itu. Tapi aku teringat salah satu pernyataan- yang kudapat saat membaca entah website apa- bahwa ego bukan hal yang lahiriah dari manusia. Selanjutnya ia mengatakan bahwa yang membuat sekarang kita berpikiran bahwa ego dan manusia sudah tak terpisahkan adalah struktur masyarakat.

Ya, struktur masyarakat saat ini yang memungkinkan atau melahirkan ego pada diri manusia tersebut. Sebenarnya analisisnya sederhana, Ia sendiri melihat perilaku-perilaku struktur masyarakat yang berbeda-beda. Mulai dari masyarakat zamana primitif sampai sekarang. Tepatnya mungkin melakukan metode analisis sejarah. Ia menganalisis gerak perkembangan sejarah, Sampai pada kesimpulan bahwa ego bukanlah lahiriah manusia dikarenakan struktur masyarakat era primitif tidak memungkinkan terjadinya ego. Nah,,, struktur masyarakat ibaratnya bentuk masyarakat dimana ada pola-pola yang terjadi. YYang menjadi landasan terciptanya struktur masyarakat itu adalah pola-pola produksi (dalam bidang ekonomi). Pola-pola masyarakat dizaman primitif seperti yang diketahui salah satunya hidup berkelompok. Mereka mencari segala kebutuhan yang diperlukan itu untuk menunjang hidup kelompok mereka masing-masing dengan cara berburu, tidak membeli seperti sekarang ini. Mereka juga bercocok tanam (ada alat produksi), sehingga uang tidak perlu bagi mereka. Disinilah keunggulan komune mereka. Alhasil kerja-kerja kelompok ditujukan untuk membangun kelompok tersebut. Keserakahan tidak ada, karena apa yang mereka butuhkan cuma sederhana: makanan, rumah dan kekeluargaan dalam kelompok tersebut.

Beda halnya dengan masyarakat sekarang yang cenderung kapitalistik, melihat sesuatu karena segi keuangan: "apakah hal ini bisa menguntungkanku ku atau tidak?", "apa aku bisa meraup keuntungan lebih dengan cara seperti ini?"

Sedikit refleksi memang, ideologi yang saya angkat disini adalah hasil atau buah pemikiran Marx. Namun, orang-orang "kiri" diluar sana tetap yakin bahwa masyarakat yang diidamkan Karl Marx (model masyarakat yang berkomune tanpa ada strata sosialnya) akan ada. Itu semua karena ada hukum Dialektika.

0 komentar:

Posting Komentar

Mengenai Saya

Foto saya

Aktivis Pers Mahasiswa LPM SOLID FTSP UII

Arsip Blog

Diberdayakan oleh Blogger.