Opini, Sastra dan Diary

Berkarya dengan Tulisan

Klik Gambat untuk sumber
 Tidak biasanya aku seperti ini: Baru saja tiba di Kantor Solid dari kos dan langsung mengambil laptop dan menulis tulisan ini. Seperti ada seseuatu kekuatan yang mendorongku untuk segera menulis tulisan ini. Ada ilham? mungkin. Ada petunjuk? mungkin juga. Ada inspirasi? jelas ada. Ini adalah buah pemikiran saat aku sedang mandi tadi, memakai pakaian, mengendara motor dalam perjalanan ke kampus dan sampai saat ini: menulis.


Tiba-tiba saja aku jadi kepikiran untuk menulis beberapa keinginan yang ingin kucapai entah dalam jangka pendek, menengah maupun jangka panjang. Namun, fokus kontemplasi-ku tadi hanya tertuju untuk keinginan menghasilkan karya. Lebih tepatnya karya dari segi penulisan- Jelasnya tulisan yang sedikit bermutu dan bermanfaat bagi orang. Mungkin lebih enaknya jika karya-karya tulisan yang ingin aku buat itu aku tulis disini, yang jelas di-list terlebih dahulu, yang jelas bukan untuk pamer. Mungkin sebagai upaya agar tidak lupa dan siapa tahu teman-teman yang membaca ini bisa  mengingatkan aku nanti tentang impianku ini. Amin. Langsung saja, beberapa tulisan yang ingin kubuat adalah sebagai berikut:

Menulis otobiografiku
Penting bagiku untuk menulis tentang otobiografiku, yang jelas aku terinspirasi oleh Moh, Hatta. Dalam buku otobiografinya ia menjelaskan tentang perjalanan hidupnya. Pun, aku terinspirasi oleh Catatan Seorang Demonstran karya Soe Hok Gie. Berbagai macam pemikiran dan perjalanan hidupnya ia tulis. Itu semua demi kepentingan penyebaran gagasan, biar tak lekang oleh waktu. Sebenarnya menulis otobiografi mulai dari sekarang adalah sesuatu yang sangat penting. Siapa tahu aku bisa menjadi seseorang yang punya kekuatan nanti atau menjadi seseorang yang berpengaruh bagi masyarakat. Ini semua bertujuan untuk mengisahkan perjalanan hidupku agar setidaknya bisa dibaca oleh anak-cucuku nanti. Untuk teknisnya nanti, yang jelas aku harus membaca minimal 10 karangan otobigorafi maupun biografi.

Calon penulis... Haha


Menulis tentang Ayahku, Ibuku dan Kakakku

Ya, hampir sama seperti otobiografiku, aku berkeinginan untuk menulis perjalanan hidup keluarga kecilku. Semua orang mempunyai pengalaman hidup menarik. Aku tidak ingin egois melupakan keluargaku, lingkungan pertamaku, lingkungan dimana aku dibentuk menjadi seperti saat ini, Keluargaku sangat berjasa dalam hal menumbuh-kembangkan diriku. Jadi, ini suatu kehormatan dan kewajiban bagiku untuk menulis tentang mereka. Mungkin akan kujadikan satu buah buku tentang mereka. Paling tidak usahaku ini adalah upaya untuk mengabadikan kisah mereka agar bisa dibaca oleh orang-orang terdekatku dan anak-cucuku, sampai keturunan yang entah berapa.


My Family


Menulis "Sosok"

Aku sendiri berkeinginan untuk menulis beberapa kisah atau cerita tentang orang-orang yang termarjinalkan. Kaum-kaum lemah yang ditindas oleh ketidak-adilan. Sosok adalah suatu tulisan menarik yang membawa gaya khas tentang sisi-sisi kemanusiaan yang tak pernah terjamah oleh kita semua. Orang-orang kecil tersebut tidak mendapatkan tempat di masyarakat. Para minoritas ini demikian menjadi tergerus oleh sistem yang menindas. Nelayan, buruh, kuli bangunan, pedagang kaki lima, penjual siomay, dan banyak lagi. Aku ingin membuat satu buku yang merangkum beberapa tulisan sosokku tentang mereka semua. paling tidak ini butuh waktu yang panjang. Perlu kerja keras untuk reportase dan menelisik berbagai macam detail kehidupan tentang mereka. Untuk pengerjaannya nanti setelah aku dapat gelar sarjana.

Buruh berorasi saat mayday 2014 (foto: Mufli)


Menulis "Wejangan untuk penerus Awak LPM SOLID"

Sebuah tulisan lebih abadi daripada cuma omongan. Menulis wejangan ini penting karena aku nantinya tidak akan selalu berada di Solid. Bagaimana nantinya aku memberikan wejangan yang komprehensif untuk bisa dicerna oleh para penerusku di LPM SOLID? sudah jelas tulisan. Aku nanti akan menulis beberapa pemikiranku tentang kenapa kita harus berorganisasi dan kenapa harus Persma terutama Solid sebagai organisasi tersebut. Tujuan tulisan ini nanti agar para penerusku tidak kehilangan semangat dalam berorganisasi terutama di LPM SOLID. Tulisan kecil ini nanti akan membakar semangat kawan-kawan nantinya untuk tetap menulis dan melawan kesewenang-wenangan dan agar tetap berpihak kepada kaum-kaum lemah. Pekerjaan menulis dan pekerjaan awak persma adalah pekerjaan kemanusiaan. Deadlinenya adalah sebelum aku mendapatkan gelar sarjana.


Menulis di media massa

Media massa? hal ini sengaja aku generalkan. Soalnya aku ingin menulis di banyak media massa. Entah itu dalam bentuk opini atau menjadi penulis lepas dengan laporan khas jurnalistik. Paling tidak media-media lokal dulu. Terus menulis di media-media progresif seperti Indoprogress dll. Dan jangan lupa, Mojok.co. Paling tidak minimal pernah diterbitkan di masing-masing media tersebut.

Media massa cetak (sumber: http://agoezperdana.com/wp-content/uploads/2012/07/media-massa.jpg)

Menulis "Indepth reporting tentang Social Engineering"

Ya, basic aku sebagai awak pers mahasiswa dari Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan UII harus tetap ada. Pers, teknik, dan masalah sosial harus dilebur. Ibaratnya teknik sebagai disiplin ilmu-ku, sosial sebagai objeknya dan pers sebagai ujung tombaknya. Semuanya itu perlu untuk mencapai suatu perubahan sosial yang berkeadilan dan tanpa diskriminasi strata sosial. Ah, terlalu teoritis aku menjabarkannya. Penulisan social engineering ini bermaksud untuk mengadvokasi permasalahan-peermasalahan sosial yang berkaitan dengan ketekniksipilan. Entah itu pengupahan tukang bangunan, pembangunan jembatan yang berdampak kepada hajat hidup orang banyak dll.

Kemacetan, salah satu akibat rekayasa engineering yang salah kaprah (sumber: Tribunnews)
Mudah-mudahan targetku ini bisa tercapai. Aku perlu bantuan teman-teman untuk selalu mengingatkanku akan hal ini. Kesemuanya ini adalah target pribadiku dalam berkarya. Amin

0 komentar:

Posting Komentar

Mengenai Saya

Foto saya

Aktivis Pers Mahasiswa LPM SOLID FTSP UII

Arsip Blog

Diberdayakan oleh Blogger.