Opini, Sastra dan Diary

"Pagi" yang Sentimentil


Robert Weigand- Night and Day (gambar klik disini)

Pagi dalam tanda petik itu menjadi gelisah
Akhir-akhir ini ia terlihat sentimentil mewarnai hari kita
Ia selalu dihiasi ke-misterius-an 
Layaknya Mona Lisa yang selalu misterius itu

Ia senyum, tapi sebenarnya tidak
Terus, apa kaki gunung itu menampik?
Mungkin iya
Mungkin tidak

Pagi dalam tanda petik itu menjadi suatu keanehan
Dunia dan seisinya seakan tak menerimanya
Lantas, apakakah jadinya kalau tidak ada "Pagi"?
Bisakah kita hidup tanpa "Pagi"?

Itu jawaban yang mudah menurut Malam
Malam berkata, "Haha, manusia sekarang sudah tak menghargaimu wahai 'Pagi'"
Mungkin karena pernyataan Malam itukah "Pagi" menjadi tak bersahabat?
Terlihat sentimentil?

"Manusia lebih suka menghabiskan waktu bersamaku," tegas Malam
"Kenapa seperti itu wahai Malam?," tanya "Pagi"
"Ya, karena aku menyediakan manusia itu bintang dan terang-benderang kota," jawab Malam
"Lalu aku menyediakan mereka tempat hiburanku," lanjut Malam

"Pagi" dan malam tak pernah berdamai
Mereka selalu bergejolak
Terjawab sudah kemurungan "Pagi"
Ia murung karena Malam membuat manusia tak bangun di pagi hari

4 komentar:

  1. Kereeen. Maknanya ngena banget buat gue yang juga jadi jarang bangun pag karena begadang malemnya. Huhu.
    Ketahuan nih salah satu korbannya malam juga. \:D/

    BalasHapus
  2. Duh sepertinya aku tersindir :p

    BalasHapus

Mengenai Saya

Foto saya

Aktivis Pers Mahasiswa LPM SOLID FTSP UII

Arsip Blog

Diberdayakan oleh Blogger.