Opini, Sastra dan Diary

Majalah


Ini bukan Sajak Awarima pun puisi satire yang sering aku buat, ini secuil tentang perasaan bahagia sekaligus perasaan terkena deadline yang bertubi-tubi setelah UAS selesai. Jika Goenawan Mohamad mempunyai Caping atau Catatan Pinggir ala-nya, aku punya yang namanya Caper atau Catatan Perasaan

Ujian Akhir Semester telah selesai. Sebenarnya masa-masa perkuliahan dan UAS cukup menguras waktu sehingga pengerjaan majalah kami (LPM SOLID) sedikit tersendat. Sebenarnya juga itu tergantung pribadi masing-masing, bagaimana mengatur manajemen waktu antara kuliah dan organisasi. Dua-duanya tidak bisa diprioritaskan. Ada yang bilang, kuliah tetap nomor satu. Kalo aku tidak memainkan skala prioritas tersebut. Masing-masing harus ditempatkan pada posisinya.

Selama UAS pun untuk kegiatan organisasi tetap jalan. Bagiku itu tidak masalah. Sekarag yang menjadi tantangan adalah bagaimana menyelesaikan Majalah kami. Pasalnya, sudah sejak bulan Juni 2014 kami memulai penggarapan majalah. Mulai dari proses penjadwalan kapan mau rapat, mekanisme penentuan isu, observasi sampai majalah terbit.

Sebenarnya untuk majalah kami ini, kita sudah molor. Kesepakatan awal, majalah kami terbit di akhir tahun 2014. Tapi, akibat belum adanya kesadaran dari masing-masing pengurus untuk bekerja, walhasil prosesnya agak tertunda. Kesadaran disini dalam artian sadar untuk mengerjakan dan memaksimalkan waktu yang ada untuk segala proses penggarapan. Entah itu Observasi, membaca lieratur, riset data di berbagai media. Namun, apa daya, kami yang baru ingin memulai ini masih jauh dari kesempurnaan.

Sebenarnya LPM Solid sudah pernah menerbitkan majalah. Namun, penerbitan majalah itu terakhir di tahun 2000'an. Setelah itu, LPM SOLID entah kenapa bisa vakum, tidak mempunyai pengurus. Sampai akhirnya, Senior saya saat itu berani mengubah keadaan. 2006/2007 LPM Solid mulai merangkak lagi. Masa itu adalah masa-masa pencarian kader. Aku sendiri sedikit lupa tentang sejarah organisasiku. Mungkin nanti aku bahas, haha

Paling tidak, mulai dari 2008 sampai sekarang, produk buletin Solid bisa keluar (walaupun keluarnya berkala, kala-kala terbit, kala-kala gak terbit).

Majalah sendiri adalah salah satu bentuk produk pers kami yang dimana Solid setidaknya ikut berkontribusi kepada masyarakat luas. Kontribusi dan kontrol sosial disini merupakan kewajiban, amanah dan tanggung jawab yang sungguh sangat besar bagi SOLID.

Yang harus ditanamkan dalam penggarpan majalah ini adalah kesadaran akan peran mahasiswa dan juga peran media pers mahasiswa untuk masyarakat. Sikap keberpihakan kepada kaum lemah juga yang menjadi catatan penting bahwasanya kami adalah media alternatif yang tidak seperti media-media mainstream lainnya. Kita bisa melihat betapa sibuknya media-media mainstream kita dalam mengangkat isu terkait elite-elite politik.

Dalam majalah, kita menawarkan sejumlah alternatif yang tidak sempat diulas oleh berbagai media mainstream atau diulas, tapi hanya sekedar permasalaham di permukaan.

Setidaknya, ketika majalah ini terbit, kami bisa memberikan suatu bentuk keberpihakan dan solusi atas permasalahan ketekniksipilan yang ada di DIY. Amin

NB: nanti akan kutulis lagi panjang lebar mengenai kelembagaan kami.










0 komentar:

Posting Komentar

Mengenai Saya

Foto saya

Aktivis Pers Mahasiswa LPM SOLID FTSP UII

Arsip Blog

Diberdayakan oleh Blogger.