Opini, Sastra dan Diary

Internet

Pohon Internet (gambar klik disini)


Sendiri
Aku sendirian diruangan ini
Merah-Hitam dinding ruangan ini tak buatku gelisah
Sedikit arogansi terpancar dalam gambar Munir di papan tulis itu

Bunyi serangga diluar terdengar
Saking sepinya lingkungan di malam ini
Malam dimana aku hanya ditemani benda-benda yang murung
Mereka diam tak ada suara

Buah rambutan dilantai karpet itu terlihat malu
Ia ditutupi oleh ranting-ranting yang tak dicabut si empunya
Diatas kresek plastik hitam, ia tak karuan
Mencoba menahan umpatan kesal karena tak dimakan

Aku mengetik sajak atau puisi ini atau entahlah
Di sepi dini hari dimana tak satupun ada perlawanan
Yang melawan hanya informasi di layar beberapa inch ini
Informasi dan pengetahuan yang tak kunjung habisnya

Sejatinya aku ditemani oleh internet
Ia yang tak bisa menahan gejolakku untuk kupermainkan
Kujelajahi dunia ini bersamanya
Ia memang teman penjelajahku

Mulai dari zaman kegelapan sampai zaman post-modernis ia menemaniku
Tapi tidak secara utuh, hanya sebatas fragmen-fragmen
Ia bahkan menemaniku menjelajahi eropa, amerika, japan, german
Teman yang sempurna memang

Ke-semua-an itu ada pada dirinya
Hanya butuh gelombang, dan listrik, serta beberapa perangkat
Aku bisa back to the future
Dan kembali ke masa lalu

Baru saja aku mengetahui bahwa remaja belasan tahun sudah mendapatkan Noble Prize
Malala namanya
Memulai pidatonya, ia menguncapkan bismillahir rahmanir rahim
Terus tabik kepada semua audience

Aku juga tahu bahwa pemenang Noble prize di bidang literatur tak pernah terkenal
Mungkin aku saja yang tak kenal ia
Patrick Modiano namanya
Aku jadi ingin membaca karyanya dan beberapa pemenang noble lain 

Aku juga menonton kuliah umum Goenawan Mohamad di Komunitas Salihara
Saat itu ia berbicara tentang Humanisme
Ia mengutip Adorno dan Horkheimer- filsuf Mazhab Frankfurt
Yang berbicara tentang humanisme yang destruktif

Internet memang teman penjelajahku
Mungkin teman kita semua di era baru ini
Era peradaban yang serba digital
Digitalisasi sungguh menawan

Semua terkoneksi satu sama lainnya akibat "teman" kita ini
Ia baik
Tapi juga membawa petaka
Orang-orang tak bertanggung jawab kerap memanfaatkan ia

"Yang lain" menebar kebencian satu sama lainnya
Internet bisa bikin perang dunia
Bahkan membuat candu bagi penggemar wanita telanjang
Opium dengan dosis yang sangat kuat

Apa daya
Dunia serba canggih ini tak juga belum sempurna
Internet belum bisa membawa perdamaian dan kesentosaan
Manusialah yang harus mawas diri 

4 komentar:

  1. Woaaahh, temanya mantep, nih.
    Cuma ada beberapa diksi yang kurang pas ya?
    Puisi mulu nih posting-nya. Ciyeee.

    BalasHapus
    Balasan
    1. hha.. diksi yg gk pas apa yog..? haha iae puisi mulu,, lebih gampang nulisnya

      Hapus
  2. Tuh, bener kata Yoga.
    Coba deh kang ikut event yang puisi atau sajak-sajak gini. Keren. In shaa Allah kan siapa tahu beruntung.

    BalasHapus
    Balasan
    1. hha belum kepikiran dev... aku nulis karena memang cuma ingin nulis (sahhhhh) hha

      Hapus

Mengenai Saya

Foto saya

Aktivis Pers Mahasiswa LPM SOLID FTSP UII

Arsip Blog

Diberdayakan oleh Blogger.