Opini, Sastra dan Diary

Deskripsi


Gambar Klik disini

Ternyata dalam hal penulisan indepth reporting aku masih jauh dari standar penulisan anak pers mahasiswa yang lain. Aku baru menyadari itu ketika kemarin baru saja diadakan kelas penulisan oleh alumni Himmah, Mas Res namanya. Ia dulu di Himmah sebagai Pemimpin Redaksi. Wacananya sudah matang. Terkait penulisan jurnalistik memang ia cocok untuk diajak sharing. Pasalnya kemarin dimasa periodenya, ia berhasil menerbitkan dua majalah.

Kekuranganku adalah terkait outline penulisan. Aku biasanya ketika menulis jarang sekali untuk membuat outline penulisan terlebih dahulu. Sangat jarang. Outline penulisan sendiri berguna bagi kita untuk kita nantinya bisa menulis secara rapih dan runtut. Ia semacam kerangka berpikir tulisan. Bukan per paragraf, tapi pembahasan apa saja yang kita bakalan angkat dalam tulisan tersebut.

Kedua permasalahan deskripsi. Ini yang cukup sulit menurutku. Deskripsi membuat tulisan kita terlihat ringan dibaca. Tidak kaku. Dan agar pembaca sendiri tidak malas membaca penulisan kita. Biasanya dalam penulisan indepth reporting anak-anak pers mahasiswa lainnya, mereka menaruh deskripsi tersebut di paragraf awal. Kenapa ditaroh diawal paragraf? itu untuk memikat pembaca untuk melanjutkan membaca tulisannya.

Ini ada satu contoh penulisan deskripsi diawal paragraf. Tuilisan yang berjudul Tanah Rakyat Tersayat itu digarap di majalah pers mahasiswa Balairung UGM.

"Seorang perempuan paruh baya duduk di depan kiosnya. Ia menjajakan makanan dan minuman ringan di kompleks wisata Parangritis Baru, pesisir Pantai Parangkusumo. Sejenak perhatiannya terusik oleh tingkah kedua cucunya."

Betapa enaknya bukan ketika membaca laporan jurnalistik seperti itu. Apalagi didalam majalah, penulisannya agak panjang dan mendalam, sehingga perlu adanya deskripsi tersebut. Entah deskrpsi suasana tempat tertentu, deskprisi si narasumber.

Ah dan masih banyak lagi kekurangangku terkait motivasi, kreativitas, dan inspirasi. Paling tidak harus banyak membaca untuk menuangkan suatu gagasan tersebut.

7 komentar:

  1. Nggak apa-apa mas, kita juga sama-sama belajar kok. :D

    BalasHapus
  2. Hmm, gitu, ya? *manggut-manggut*
    Makasih infonya, Gan. :p

    BalasHapus
  3. wah ternyata begitu ya,,penting sekali outline dalam penulisan heheheh

    salam kenal, mampir yaaa kalau sempat ke blog Ca Ya :)

    BalasHapus
  4. Secara tersirat ada yang diajarkan :) infonya berguna. At least we try :D

    BalasHapus
  5. Tetap semangat posting... menulis itu menyenangkan...

    BalasHapus
  6. wah, berguna banget nih untuk calon jurnalis. hmm, makasih infonya sob

    BalasHapus

Mengenai Saya

Foto saya

Aktivis Pers Mahasiswa LPM SOLID FTSP UII

Arsip Blog

Diberdayakan oleh Blogger.