Opini, Sastra dan Diary

Anime Naruto: Kisah Nagato dan Perdebatan tentang Kedamaian



Akhir-akhir ini aku lagi kecanduan dengan anime. Tepatnya Naruto. Dari dulu memang aku sempat mengikuti anime serial jepang tersebut. Tapi, pada saat itu aku berhenti melanjutkannya. Mungkin karena aku pada saat itu malas untuk membaca komiknya dan memang lebih menggandrungi "anime"-nya atau film serialnya.

Mungkin karena libur juga, jadi tidak tahu mau berbuat apa. Padahal ada tugas majalah (hahaha). Sebagai pembenaran, mungkin aku cuma ingin refreshing sejenak, dikala menulis laporan utama. Ok, lanjut ke Naruto. Naruto sendiri, seperti yang diketahui, sudah tamat. Cerita akhirnya sudah banyak diketahui. Naruto jadi Hokage, menikah dengan Hinata, punya dua anak dll.

Namun, sebelum "ending" Naruto tersebut, banyak cerita-cerita yang menurutku bermakna, yang baru saja aku ketahui. Selain soal semangat Naruto yang tak ada habisnya dan tak pernah menyerah, ada cerita tersirat lainnya tentang musuh Desa Konoha: Organisasi Akatsuki.

Pada awalnya aku menontong, mungkin saat jaman SMA, aku tidak begitu mendalami. Ya hanya nonton begitu saja. Tapi saat menonton beberapa hari ini ternyata pertentangan mereka- Konoha dan ke-4 Nation Besarnya itu - dengan Akatsuki itu cuma masalah perbedaan cara pandang melihat dunia ninja saat itu. Agak sedikit berbau isme-isme.

Ceritanya begini, Akatsuki adalah suatu organisasi terlarang, pada chapter ke berapa (aku lupa), ternyata Akatsuki dibentuk oleh tiga ninja yang dulunya merupakan sahabat kecil. Nagato, Yahiko dan Konan. Cerita ini diceritakan si Nagato (Pain) ketika Naruto menemuinya sesaat setelah menghabisi Pain ke-6.

Yahiko, Konan dan Nagato

Dalam kisah yang diceritakan Nagato, saat itu sedang ada peperangan antara desa Konoha dan desa Hujan, dimana perang itu bertempat di salah satu desa/daerahnya tiga sahabat itu. Mereka tidak terima bahwasanya ada peperangan dan ada kebencian. Pasalnya hal itu menimbulkan kepahitan bagi diri mereka. Kita bisa melihat Orang Tua Nagato dibunuh oleh ninja Konoha didepannya.

Akhirnya mereka memutuskan bahwa mereka harus belajar ninja, untuk merubah dunia ini. Mereka lalu berusaha menemui 3 sannin -Jiraiya, Tsunade, dan Orochimaru- yang saat itu sudah selesai dalam berperang. Saat mereka minta tolong kepada 3 saninn untuk diajari ninjutsu, orochimaru dan tsunade mempermasalahkannya. Namun, hanya Jiraiya yang berbaik hati untuk menerima mereka, dan tinggal sejenak untuk melatih mereka.

Saat masa-masa pelatihan, Nagato bertanya kepada Jiraiya, "apakah kebencian dan dendam di dunia  ninja ini bisa dihapuskan?" Jiraiya sendiri belum memiliki jawaban dan memang mengakui bahwasanya dunia ninja itu penuh keserakahan dan dendam, dimana para ninja menggunakan kekuatan mereka untuk balas dendam dan hanya mencari kekuasaan. Haha.. itu mengingatkan kita tentang kondisi dunia saat ini dimana masih banyak orang yang tidak memanusiakan orang lain.

Perbincangan Nagato dengan Jiraiya itu setidaknya membuat aku sedikit mengerti jalan Nagato dan kedua teman masa kecilnya itu membuat organisasi Akatsuki. Yang mereka inginkan bukan kejahatan, yang mereka inginkan adalah kedamaian didunia ninja tersebut. Berangkat dari rasa bencinya dengan dunia saat itu, akatsuki ingin menghilangkan kebencian dan dendam. Ada hal dari Akatsuki yang patut di acungi jempol. Namun, framing anime naruto tersebut memang lebih membuat Akatsuki menjadi tokoh antagonis- membunuh orang-orang, menghancurkan desa konoha.

Setelah adegan flash backnya cerita Nagato, Nagato yang saat ini sudah tak bisa bergerak melanjutkan pembicaraan dengan Naruto. Nagato melayangkan pertanyaan kepada Naruto tentang usaha dia untuk menghapuskan kebencian dan dendam di dunia ninja. Naruto tak bisa menjawab, ia bingung. Namun pada akhirnya ia bisa meyakinkan Nagato bahwa ada cara-cara lain yang tidak perlu mengorbankan nyawa orang lain untuk mencapai itu. Pasti ada kata Naruto.

Ada perdebatan memang, antara pemhaman mereka tentang kedamaian. Ah, naruto memang tontonan anime yang tidak bebas makna.



5 komentar:

  1. Ada banyak pelajaran yang bisa kita ambil dari serial anime Naruto, saya suka dengan kalimat Naruto yang pantang tidak kenal putus asa. "Jika kau menunggu aku menyerah, maka kau akan menungguku selamanya."
    Eh, baru tau kalau pada akhirnya Naruto menikah dengan Hinata dan punya dua anak. Biasanya nonton di TV wkwk =D

    BalasHapus
    Balasan
    1. ia mbk... wiss.. keren juga kata2nya naruto.. udh lupa mah aku kalo yg itu

      Hapus
  2. Yap. Aku kaget kenapa tujuan Nagato ternyata baik. Tapi ya itu, kadang pemahaman dan cara orang berbeda-beda ya :3

    BalasHapus
  3. setuju...tayangan yg mendidik.

    BalasHapus
  4. ini anime udah tamat, semoga serial di tv bisa ditamatkan juga.. anime cukup mendidik..

    BalasHapus

Mengenai Saya

Foto saya

Aktivis Pers Mahasiswa LPM SOLID FTSP UII

Arsip Blog

Diberdayakan oleh Blogger.