Opini, Sastra dan Diary

Memaknai Darah Juang

Sedang berorasi di jalan Malioboro saat aksi Mayday 2014 (foto oleh: Mufli Muthaher)


"Disini negeri kami tempat padi terhampar,"
begitulah bait awal lagu Darah Juang
Negeri kita sungguh makmur, sebenarnya
Negeri kita banyak lahan

Tapi lahan-lahan itu digusur
Para petani dipaksa menjual tanahnya
Oleh siapa?
Oleh para kaum penguasa yang rakus itu

"Dinegeri permai ini berjuta rakyat bersimbah luka"
Et, sebentar. Bukan semua rakyat
Tapi rakyat kecil, rakyat yang belum bisa melawan
Dan rakyat yang sudah melawan

Melawan siapa?
Melawan para b#j#ng#n itu
Para penggusur lahan rakyat
Para perusak alam Indonesia itu

"Mereka dirampas haknya tergusur dan lapar"
Dirampas oleh tirani
Dirampas oleh penguasa yang sok berkuasa
Tergusur oleh hukum yang direkayasa

"Bunda relakan darah juang kami, tuk membebaskan rakyat"
Relakan anakmu ini Bunda
Relakan anakmu yang masih kotor ini berjuang
Kaum pemuda harus menjadi motor perubahan Bunda

"Padamu kami berbakti, padamu kami mengabdi"
Rakyat yang memiliki kedaulatan
Pada rakyat Indonesia juga seharusnya kita mengabdi
Bukan pada Penguasa yang sok Berkuasa



8 komentar:

  1. lagu darah juang pernah saya nyanyiin pas lagi osfek jaman nya kuliah, ternyata banyak makna yang terkandung ya

    BalasHapus
  2. Ia.. haha.. kaum muda harus sadar akan perannya..

    BalasHapus
  3. Merinding, Mz, bacanya :/
    Semangaaaatttttttt!!!

    BalasHapus
  4. Bagus :)
    Indonesia memang telah mengalami pergeseran makna demokrasi.

    BalasHapus
    Balasan
    1. ya,, jadi demokrasi bagi para pemodal dan wakil rakyat aja

      Hapus
  5. lagu darah juang ini memiliki makna tersendiri ya mas,banyak makna yang terkandung di dalam tiap lirik lagunya :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. ia,,, lagu wajib mahasiswa dan aktivis kemanusiaan indonesia

      Hapus

Mengenai Saya

Foto saya

Aktivis Pers Mahasiswa LPM SOLID FTSP UII

Arsip Blog

Diberdayakan oleh Blogger.