Opini, Sastra dan Diary

Aku, Asmara dan Islam di Beijing


Beberapa hari yang lalu kedua orang tua saya beserta kakak saya dan calon suaminya datang mengunjungi di kosanku. Hari ini kami menyempatkan waktu sejenak untuk jalan jalan.



Sampai pada akhirnya aku, dengan ajakan mereka, menginjakkan kakiku kembali-setelah sekian lama- di bioskop.

Minggu-minggu ini ada beberapa film yang menarik. Tetapi, karena kedua orang tuaku juga ikut, maka filmnya agak sedikit disesuaikan dengan selera mereka. Genre Islami akhirnya.

Film itu berjudul Assalamualaikum Beijing.  


Semula aku menganggap film ini biasa-biasa aja. Tapi aku salah. Film ini dikemas dengan baik. Apalagi layarnya kebanyakan di China.

Sekilas, jika ditelaah, film ini mirip 99 Cahaya Eropa,  Dimana kadang unsur wisatanya banyak sekali.

Ceritanya bermula dari Asmara yang pergi ke China sebagai kontributor media Berita Indonesia disana. Sebelumnya Asma, nama panggilannya, mengalami kegagalan dalam pernikahannya dengan Dewa.

Asma sendiri menjadi penulis kolom tetap di media tsb. Pada film ini dia sering menulis tentang islam di  China.

Terlepas dari Asma dan bagaimana cerita filmnya, (gak mau terlalu spoiler) aku sendiri mendapatkan banyak pengetahuan tentang budaya China dan islam di sana.

Ternyata sudah beribu tahun juga islam memasuki wilayah negeri "tembok China" tersebut. Didalam film itu Asma sempat mengunjungi masjid yang sudah ribuan tahun dibangun.

Secara fisik masjid itu tak seperti bayangan kita dimana ada kubah dll. Masjid itu, secara arsitektur lebih mengarah ke bangunan khas China. Kita bisa melihat dahsyatnya sejarah islam di  China. Penganutnya, menurut film itu sampai 20 juta orang.

Sebagai agama, Islam merupakan bagian dari sejarah dunia.

Wassalamualaikum  Beijing!




2 komentar:

Mengenai Saya

Foto saya

Aktivis Pers Mahasiswa LPM SOLID FTSP UII

Arsip Blog

Diberdayakan oleh Blogger.