Opini, Sastra dan Diary

Agama Impor ?

http://static.giantbomb.com/uploads/scale_small/0/4524/474836-world_religion2.gif
Teman saya, secara radikal,  pernah mengatakan bahwa agama (resmi) di Indonesia, seperti Islam, Kristen, Buddha, Katolik, Hindu dll adalah agama impor. Saya juga pernah (dulu) sependapat dengan dia, entah karena pernyataannya yang cukup "seksi"  atau cenderung gak familiar, itu saya sendiri kurang tau. Nah, untuk itu kali ini, saya tertarik untuk menganalisa pendapat/pernyataan teman saya tersebut, agar tidak terjadi miss pemahaman dan juga untuk memperbaiki tata berbahasa kita.

Nah, kita  perlu menganalisis/menelaah pendapat "Agama Impor" itu secara linguistik, atau secara bahasa dan pemaknaannya. Kata-per kata.

Agama, menurut KBBI, adalah sistem yang mengatur tata keimanan (kepercayaan) dan peribadatan kepada Tuhan Yang Mahakuasa serta tata kaidah yang berhubungan dengan pergaulan manusia dan manusia serta lingkungannya

Kalo Impor, seperti yang kita ketahui, definisi import itu adalah proses transportasi barang dari suatu negara ke negara lain. Dari KBBi, impor adalah pemasukan barang dsb dr luar negeri. intinya, proses memasukan komoditas luar ke dalam negeri. Intinya adalah pada komoditas.

Sehingga ketika kita mendefinisikan barang dari luar negeri yang masuk keindonesia, kita bisa mengatakan itu adalah barang/komoditas impor. Baju impor, tas impor, Parfurm impor dll.

Nah, terkait pendapat teman saya, apakah kita bisa menganggap mayoritas agama di Indonesia ini sebagai Agama Impor?

Terkait masalah agama mayoritas di Indonesia, kita memang bisa melihat bahwa agama tersebut tidak berasal dari Indonesia (bukan agama masyarakat Indonesia secara asli). Agama tersebu dibawa dari negeri timur sana, dan dibawa oleh saudagar-saudagar "timur" sana.

Tetapi, melihat definisi impor yang cenderung lebih kearah komoditas, apakah agama sendiri adalah suatu komoditas/barang?

Menurut Wikipedia, Komoditas adalah sesuatu benda nyata yang relatif mudah diperdagangkan, dapat diserahkan secara fisik, dapat disimpan untuk suatu jangka waktu tertentu dan dapat dipertukarkan dengan produk lainnya dengan jenis yang sama

Nah ketika kita mendapatkan definisi komoditas seperti itu, secara pasti kita bisa berpendapat bahwa agama bukanlah suatu komoditas.barang, karena agama adalah sesuatu yang bukan benda nyata.

Secara Impor, mungkin agak salah ketika kita memakai kata impor, soalnya impor cenderung berorientasi kepada komoditas,,

Nah bagaimana kita mendefinisikan secara tepat agama seperti Islam, Kristen, Buddha, Hindu, Katolik yang masuk ke Indonesia?

Apakah "Agama Bukan Asli Indonesia?",  "Agama Asing?", "Agama Timur", "Agama dari Luar Negeri?"







1 komentar:

  1. ...menurut saya, apa saja yang beasal bukan dari diri kita sendiri (bangsa Indonesia) bisa saya katakan impor. Lagu, Music, Tatanan Sosial, Hukum, Beradaban... dan lain lain...
    Maaf bila menyinggung. Terima Kasih share nya

    BalasHapus

Mengenai Saya

Foto saya

Aktivis Pers Mahasiswa LPM SOLID FTSP UII

Arsip Blog

Diberdayakan oleh Blogger.