Opini, Sastra dan Diary

,

nasi goreng

Sekian kali ku terjerembab. Sekian kali ku terjerat. Ada-ada saja. Aku cuma ingin mengatakan, mungkin perkataan yang mengada-ada, bahwa Tuhan mencoba menegurku melalui dirimu.... dirimu yang mungkin sedang duduk di teras rumah pada malam ini dengan bertemankan teh panas dan biskuit, sementara bunyi klentang-klentong bermain di sepertiga jalan depan rumahmu, pertanda penjual nasi goreng keliling sedang beradu nasib....seperti kita berdua juga yang sedang beradu nasib, tanpa papas, tanpa kenal... menyelami dunia yang sukar tempat orang-orang seperti kita ini... sebenarnya bisa saling mencintai tanpa peduli dengan apa yang terjadi hari ini, esok atau lusa hari.

,

Kresk

Agustus. Kipas angin itu masih berputar dengan tenaganya. Anginnya mengarah kesana kemari di ruang berukuran empat kali lima ini. Menghempaskan plastik putih berisi sampah dan tisu basah yang digantung di kunci almari coklat. Bebunyian kresek-kresek itu tertimpa dengan suara lantunan Misia yang sedang berharmonisasi dengan jazz soul-nya. Seketika itu, aku pun tak tahu harus bagaimana untuk melakukan apa dan dimana. "Terang samudera....Jaga nyala...".Kata-kata itu tiba-tiba melesat dalam pikiranku. Menggambarkan samudera yang luas dimana aku menyelaminya sementara jika malam tiba, panas dan cahaya api unggun itu harus tetap dijaga. Untuk menemaniku menuju..... Batas-batas kontemplasi dan imaji.

H

Hai blog. Sudah lama sekali ya semenjak terakhir kita bercengkerama. Aku akhir-akhir ini jadi terlalu sibuk. Kerjaanku begitu menumpuk. Istirahatku hanya pada saat mandi, makan dan tidur saja. Kamu apa kabar? Tentu kamu semakin baik dan canggih kan?

Oh ya, aku ingin bercerita dan menulis banyak, tapi nanti dulu ya...

Mengenai Saya

Foto saya

Aktivis Pers Mahasiswa LPM SOLID FTSP UII

Arsip Blog

Diberdayakan oleh Blogger.